Temukan Kami di Sini:

Proyek Bronjong Sungai Tamanroya, Kadis PU : Itu Sudah Ada Yang Salah

0
Gambar Proyek Bronjong Sungai Tamanroya Tamalatea

Arif Lau/Jurnalis

TURATEANEWS.com,JENEPONTO,–Warga Tamalatea mempertanyakan Pembangunan pengendalian banjir sungai (Bronjong) Tamanroya di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Sulsel.

Sebagai tanda protes pada pembangunan pengendalian sungai tersebut, warga menandatangi surat pernyataan sebagai bentuk penolakan, Dalam site plan proyek benar tersebut tercantum pengendalian sungai Tamanroya sedangkan yang dikerjakan sungai Kanawayya di kelurahan Bontotangnga Kecamatan Tamalatea Jeneponto.

Menurut Aktivis Lembaga Pengaduan Masyarakat Turatea (LPMT), Nasir Tinggi,  penolakan yang dilakukan warga karena di duga proyek tersebut, salah penempatan lokasi pekerjaan, dimana seharusnya di sungai Tamanroya, berdasarkan pada patok yang sudah ada sebagai titik nol pekerjaan.

“Penolakan dilakukan warga karena di duga pekerjaan proyek salah penempatan lokasi yang seharusnya di sungai Tamanroya bukan di sungai kanawayya, kalau titik nol pekerjaan sudah dipatok dekat kebun warga,” terang Nasir.

Nasir mengungkapkan, pekerjaan proyek itu sudah tidak transparan di plan proyek tidak ada volume pekerjaannya. Sumber dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp. 3.867.400.000,- yang dikerjakan PT Ardi Pratama Putra dengan 270 hari kalender.

Selain itu, yang dipersoalkan adalah asas manfaat proyek tersebut. Karena meskipun sungai itu di tanggul setinggi 5 meter, namun tetap akan mengalami banjir karena di muara sungai mengalami pendangkalan sekitar 1 kilo meter lebih dan lebarnya 40 meter persegi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jeneponto  Abd Malik mengatakan, proyek pengendalian banjir di Tamalatea perlu pengawasan, jika dilihat dari kontruksi bangunannya ada yang salah pasangan bronjongnya tidak padat.

“Itu sudah ada yang salah pada kegiatannya karena tidak padat bronjongnya, saya melihatnya sewaktu ada kunjungan ke Bangkala dan Tamanroya”, ujarnya.

Baca Juga :

Kadis PU Jeneponto Berharap warga ikut mengawasi pengerjaan proyek

LSM-RSUD Jeneponto Gagas Rumah Sakit Ramah Anak

Palapa “Ring” Beroperasi Akhir Tahun 2018, Ibu Kota Kabupaten Dan Kotamadya Terhubung Dengan Broadband

Berkomentar dengan bijak!