Temukan Kami di Sini:

Pria Tewas ditangan Sang Ipar, Gegara Perebutkan Lahan Tambak Rumput Laut

0
Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Hambali saat memmimpin konferensi Pers

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Sahari (43) warga Desa Borongtala, Dusun Tobereka, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, tega menghabisi nyawa iparnya sendiri, Bali (33).

Peristiwa itu terjadi di Lingkungan Manyumbeng, Kelurahan Kassi, Kecamatan Tamalatea.

Korban dianiaya secara sadis menggunakan senjata tajam jenis badik oleh pelaku pada Selasa (12/10/2021) lalu.

Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Hambali mengatakan pemicu pembunuhan tersebut tak lain adalah perebutan lahan rumput laut.

“Ini terjadi dengan motif masalah perebutan lahan rumput laut,” ujar AKP Hambali saat menggelar konferensi pers di Polres Jeneponto, Kamis (11/11/2021).

Hambali menjelaskan sebelum terjadi penikaman korban dan pelaku sempat terlibat adu mulut.

Sehingga pelaku tersinggung akibat korban melarang pelaku untuk memasang jaring rumput laut di sekitar lahan milik korban.

“Yang mana korban menyampaikan kepada pelaku bahwa untuk saat ini tidak lagi dibiarkan untuk memasang jaring atau tali dan pasir di sekitar lokasi korban,” jelasnya.

Pelaku kemudian naik pitam dan menghunuskan badiknya ke arah dada korban sebanyak 3 kali. Korban tewas saat dibawa menuju ke rumah sakit.

“Pelaku tidak menerima sehingga terjadi pertengkaran mulut akhirnya terjadi tindak pidana penganiayaan dengan cara menikam dada korban sebanyak 3 kali, yang mengakibatkan luka hingga korban menghembuskan nafas terakhirnya pada saat dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Mantan Kasat Sabara tersebut mengaku bahwa usai menikam korban, pelaku lantas menyerahkan dirinya ke kantor polisi.

“Kami tidak tangkap, dia menyerahkan dirinya sendiri,” ungkapnya

Hambali bilang, barang bukti yang berhasil diamakan polisi yaitu jaket korban yang terdapat noda darah. Dan jaket pelaku beserta badiknya.

“Barang bukti yang berhasil kita amankan yaitu satu jaket milik korban yang terdapat noda darah. Kemudian satu juga jaket milik pelaku yang ada bercak darah. Kemudian satu badik milik pelaku,” katanya.

Atas perbuatanya pelaku dijerat 3 pasal berlapis dengan ancaman huluman 15 tahun penjara dan 10 tahun penjara.

“Dalam perkara ini, pasal yang kita sangkakan adalah 338 dengan ancaman pidana 15 tahun penjara. Kemudian kita juga menggunakan pasal 351 ayat 3 penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Dan pasal 2 ayat 1 undang-undang darurat nomor 2 tahun 51 dan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” pungkasnya.

 

Berkomentar dengan bijak!