Pria di Jeneponto Nyaris Terbawa Arus Banjir, Begini Kondisinya!

0
Pria di Jeneponto Nyaris Terseret Arus Banjir, Begini Kondisinya!
Kondisi mobil pick up terseret air sungai.

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Kisah seorang pria nyaris terbawa arus banjir sungai di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan. Beruntungnya, pria itu dapat diselamatkan secara dramatis.

Aliran sungai Pucacca, Dusun Bada Bada, Desa Bontomanai, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, meluap secara tiba-tiba, Rabu, (14/4/2021).

Peristiwa meluapnya salah satu sungai terbesar di kampung itu, menenggelamkan satu unit mobil pick up yang sedang dicuci pemiliknya yang belum diketahui identitasnya.

Pria yang terbawa arus banjir di aliran sungai di Jeneponto ini berlangsung dramatis saat peristiwa terjadi.

BACA JUGA : Kronologi Terungkapnya Kasus Dugaan Pencabulan Bocah SD di Gowa

Mobil pick up warna hitam itu memang dalam kondisi kotor setelah dipakai untuk beraktivitas. Mobil tersebut dicuci dibawa kolom jembatan.

Salah seorang warga setempat bernama Syahrul Gunawan (21) membenarkan peristiwa tersebut. Syahrul menyebut, insiden itu terjadi sekira pukul 11.00 Wita, siang.

Gunawan bercerita, sebelum peristiwa itu, kondisi air di sungai tersebut dalam keadaan normal atau tenang.

BACA JUGA : Anggota Dewan Legislator Gerindra di Jeneponto ‘Hamili’ Wanita, Korban Adukan ke BK

“Itu korban dia sedang mencuci mobilnya di bawa jembatan. Kebetulan pada saat itu air masih normal dan tenang. Beberapa menit kemudian, tiba-tiba air sungai semakin tinggi. Secara langsung mobilnya hanyut,” ujarnya.

Kata dia, pasca air sungai spontan datang, korban tak sempat menyelamatkan mobilnya dan akhirnya terbawa arus.

“Disitu sudah lama dijadikan tempat cuci mobil, motor dan kendaraan lainnya,” katanya.

BACA JUGA : Keutamaan Menahan Lapar Saat Ramadhan dengan Ingat Allah

Meski mobilnya hanyut digulung air, korban tetap nekat mempertahankan kendaraannya dengan cara berada di atas kepala mobil. Bahkan, ketinggian air mencapai 3 meter dengan arus yang sangat deras dan berwarna coklat pekat.

“Korban tetap mempertahankan mobilnya. Dia berada di atas mobil bagian kepala dan jaraknya itu ditengah-tengah sungai. Titik korban sekira 7 atau 8 meter dari tepi sungai,” ungkapnya.

Untungnya, pasca kejadian warga di wilatah tersebut sedang ramai. Sehingga, mereka datang berbondong-bondong untuk menyelamatkan korban.

BACA JUGA : Pedagang Dadakan Muncul di Jeneponto, Pemda Akan Tertibkan?

“Ramai, jadi warga juga datang berbondong-bondong untuk menolong korban. Jadi ketika korban ini menyelamatkan diri dan tidak sempat di tengah sungai. Ada warga yang memberanikan diri untuk membantu korban,” katanya.

Selain menyelamatkan korban, warga juga mengevakuasi mobil tersebut dengan cara mengikat mobil dan ditarik ke pinggir sungai. Namun, tak memuahkan hasil.

“Allhamdulilah, masih bisa tertolong tapi kondisi mobil sudah hancur berat.Saat ini mobil masih ada di tengah sungai, pintanya.

BACA JUGA : H+1 Ramadan, Puluhan Pengendara ‘Nakal’ di Jeneponto Terjaring Razia Polisi

Kendati demikian, korban mengalami cedera dalam insiden tersebut.

“Keaehatan korban itu dari kesaksian saya korban mengalami cedera. Ada kemasukan air di paru-parunya atau tergilir tulangnya karena di daerah itu banyak bebatuan yang besar,” pungkasnya.

Berkomentar dengan bijak!