Pria 54 Tahun Ikuti UN, Ini Alsannya

0

Kr. Tawang/Jurnalis

TURATEANEWS.COM,JENEPONTO--Pusat kegiatan belajar masyarakat kejar paket C, sepertinya kerap dipandang sebelah mata. Namunn bagi para pesertanya yang  mengikuti ujian nasional (UN) sangat penting bagi kelangsungan karier mereka.

Membludaknya keinginan atau minat masyarakat untuk mendapatkan ijazah paket C, di kabupaten Jeneponto.  Hal itu terlihat dengan jumlah peserta  yang mengikuti ujian paket C di Jeneponto mencapai  300 orang lebih. Mereka sibuk dan mondar mandir mencari ruang kelas mereka untuk mengerjakan soal UN paket C.

Baca  : Inspirasi : Kakek, Nenek Ikut Ujian Nasional

Namun berbeda dengan salah seorang perangkat desa yang pertama kali mengikuti ujian nasional paket C, lahaya misalnya.

Raut wajahnya, tampak begitu serius. sekali dahinya mengerut melihat wartawan mengambil gambarnya, matanya melihat ke atas sembari berpikir.

Siang itu, pria yang berusia 54 tahun mengikuti ujian nasional, UN,  paket C di laksanakan  di SMP Negeri 1 Binamu Jeneponto Sulawesi selatan. Dia berusaha sangat maksimal untuk mendapatkan nilai baik dalam kelulusannya UN.

Baca  : BREAKING NEWS : Oknum Kepsek Jual Kunci Jawaban UN

Dia mengaku termotivasi untuk memiliki ijazah kesetaraan SMA demi mendapatkan kesejahteraan jenjang karier sebagai perangkat desa. Lahaya akan diangkat sebagai kepala urusan  (Kaur) di desanya.

Dia baru mengikuti paket belajar yang diselenggarakan oleh sanggar pusat kegiatan belajar masyarakat, PKBM di Jeneponto.

“Saya ingin punya ijazah SMA. dulunya sekolah hanya sampai SMP, karena tidak ada biaya melanjutkan ke SMA,”kata Lahaya

Dia sadar betul UN kali ini begitu penting. Sehingga jauh hari sebelum ujian dia juga rajin berlatih mengerjakan kisi-kisi soal UN yang diberikan oleh tutor sanggar PKBM tempat ia belajar.

“Alhamdulillah, bisa mengerjakan soal soalnya mudah dan masuk akal,” kata Lahaya Saat ditemui di SMP Negeri 1 Binamu Jeneponto.

Selain Lahaya, ada rekan sesama peserta UN paket C, H Subandi  (49) seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan pangkat golongan I, dia bekerja sebagai bujang sekolah  di kecamatan Bontoramba.  

Menurutnya, ijazah kesetaraan SMA sangat penting bagi dirinya.  “Ijazah tersebut diperlukan untuk syarat menunjang karirnya lebih baik.

“Saya butuh ijazah paket C, karena penting untuk penyesuian kenaikan  pangkat golongan II-B.,”kata H. Subandi. 

Namun dalam pelaksanaan UN ini. dia tidak memiliki persiapan belajar.

Baca Juga  :

Ujian Nasional, Meme Penyemangat Bertebaran di Sosmed

47 Sekolah UN, Hanya Satu UNBK, Bupati Turun Tangan

Berkomentar dengan bijak!