Temukan Kami di Sini:

PPA Kabupaten Gowa Cari Keluarga Dekat Bocah AP untuk Hak Asuh, Hasilnya?

0
PPA Kabupaten Gowa Cari Keluarga Dekat Bocah AP untuk Hak Asuh, Hasilnya?
PPA Kabupaten Gowa Cari Keluarga Dekat Bocah AP untuk Hak Asuh, Hasilnya?

SUARATURATEA.COM, GOWA – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menyasar keluarga dekat bocah AP (6) pasca dianiaya.

PPA Kabupaten Gowa mengunjungi perkampungan tempat korban dianiaya di Lembang Pania, Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong pada Kamis (9/9/2021).

Kedatangan mereka untuk melakukan Asesmen (pendataan) terkait dengan memberikan hak asuh setelah nantinya AP keluar dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf Gowa.

BACA JUGA: Anggota Dewan Enggan Hadir di Musrenbang, Kades Maero; Saya bersama Warga…
BACA JUGA: Usai Adiknya Dianiaya, Kematian Kakak Bocah di Gowa Mulai Diselidiki Polisi

Hal ini dituturkan langsung Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa, Kawaidah Alham.

“Alhamdulillah sudah ada beberapa kita asesmen tetapi kita akan kembali memeriksa kejiwaannya dan kesiapan,” ujar Kawaidah saat ditemui di lokasi.

Kata dia, sejumlah rumah keluarga AP didatangi untuk dilakukan asesmen.Asesmen kali ini hanya sepintas dan permulaan awal.

“Karena terlalu banyak orang yang berkumpul, sehingga dihentikan sementara. Kita akan asessmen kembali satu-satu, kita datangi lagi,” bebernya.

BACA JUGA: Kontroversial Dugaan Pungli di Lingkup BKPSDM, Siapa yang Terlibat?
BACA JUGA: DUH! Dokter di Jeneponto Kena Bogem di Forum Pembentukan Panitia Pilkades

Hanya saja, sejauh ini pihaknya belum membeberkan kapan akan dilakukan asessmen kedua. Dia menjelaskan, runtutan pola pengasuhan jika orangtua kandung tidak bisa maka silsilah atas atau ke nenek.

“Kemudian setelah itu, ke saudara bapak, dan saudara mama,” pungkasnya.

Selain melakukan asessmen pihaknya bersama MUI Kabupaten Gowa, Dinsos, serta Muspida Tinggimoncong juga menggelar sosialisasi kepada warga setempat. Sosialisasi mereka terkait pentingnya perlindungan bagi anak-anak.

Mengingat, di Gantarang sebelumnya telah terjadi kekerasan terhadap anak. Korban ialah AP gadis balia yang dianiaya oleh orangtuanya, kakek dan pamannya.

Dalam peristiwa di Kampung Gantarang ini, membuat sang ibu kandung tega melakukan penganiayaan terhadap bocah AP hingga mengalami luka robek pada bagian mata kanannya.

AP diduga menjadi korban ritual pesugihan oleh orangtuanya sendiri yang dilakukan orangtuanya pasca kakaknya meninggal dunia sehari sebelum AP. (*)

Berkomentar dengan bijak!