Temukan Kami di Sini:

Polrestabes Makassar Bekuk Pelaku Perakit Bom Ikan, Harga Jualnya Rp4 Juta

0
Polrestabes Makassar Bekuk Pelaku Perakit Bom Ikan, Harga Jualnya Rp4 Juta
Polrestabes Makassar Bekuk Pelaku Perakit Bom Ikan, Harga Jualnya Rp4 Juta

SUARATURATEA.COM, MAKASSAR – Tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polrestabes Kota Makassar bersama Polsek Mamajang, berhasil mengungkap pelaku bisnis bom ikan.

Beberapa pekan lalu, setidaknya ada Ditpolairud Polda Sulsel telah merilis 8 orang pelaku bom ilegal fishing yang kerap beraksi di wilayah Sulsel.

Kali ini, dua orang pebisnis pembuat atau peracik bom ilegal fishing ini berhasil diringkus polisi.

BACA JUGA: Mengenal Eder Pembawa Trofi di Euro 2020, Pahlawan Ini Menyimpan Kisah Miris

Hal itu disampaikan langsung Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana.

Pengungkapan ini berawal dari informasi adanya transaksi pesanan bahan peledak yang diduga untuk dirakit menjadi bom ikan di Kota Makassar pada 12 Juli 2021.

“Kemudian kita lakukan penyelidikan di lapangan dan mengamankan satu orang pria berinisial BD, usia 40 tahun yang berperan sebagai peracik dan menyiapkan bahan,” kata Witnu di Polrestabes, Selasa (13/7/2021) kemarin.

BACA JUGA: Pakai Topping Bawang, Ini Es Krim yang Viral, Tertarik Mencoba?

Dari situ, polisi lalu bergerak mengembangkan penyelidikan. Akhirnya pria berinisial A (26) dibekuk.

“Profesi yang bersangkutan adalah wiraswasta warga Makassar,” tambah Witnu.

Dalam kasus ini, A merupakan salah seorang pemesan bom ilegal fishing rakitan ini. Dia menambahkan, berbagai barang bukti bahan-bahan pembuatan bom ikan juga ditemukan.

BACA JUGA: TMMD Selayar Berakhir, Danrem 141 Toddopuli Titip Pesan ‘Humanis’ di Kampung Tola

Barang ilegal itu ditemukan di rumah BD di Jalan Arif Rahman Hakim, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Beberapa barang bukti itu adalah 6 ikat detonator kosong, 6 ikat kabel, 8 ikat detonator belum jadi, 1 kantong sumbu, 3 alat pengisian detonator, 3 wadah pembuatan bom, satu wadah mata bor, 7 kantong pecahan.

Kemudian, 3 kantong belerang, 8 kantong kecil belerang, 13 kantong amonium nitrat, 3 dus pecahan, 4 bungkus black powder, 1 ikat plat alma dan 1 ikat pembungkus detonator.

BACA JUGA: Memberontak ke Pedagang, Kabid Trantib Satpol PP Ini Dipecat dari Jabatan

“Bahan-bahan ini dirakit oleh lelaki BD, sangat membahayakan digunakan tanpa izin dan sesuai peruntukannya. Karena mempunyai daya ledak high explosive dan berisiko kematian apabila terjadi ledakan,” tambah Witnu.

Dari hasil pendalaman keterangan, bom-bom ikan bakal diedarkan untuk para nelayan di Makassar. Sementara harga yang dipatok dari kisaran Rp4 juta.

BACA JUGA: Harapan Jeneponto Keluar dari Daerah Tertinggal di Depan Mata, Investasi CDIA Siap Bekerja

“Lelaki BD ini memang orang yang sudah biasa dan menjadikan kemampuannya sebagai profesi,” ucap Witnu.

Lebih jauh kata Perwira menengah Polri tiga bunga ini, keahlian BD tidak diragukan. Kenapa tidak, dia menimba ilmu dari orang tuanya sendiri yang juga sebelumnya telah diseret polisi dengan kasus yang sama.

“Sekarang orang tuanya sudah tua dan renta, sepertinya dugaan kami akan diturunkan kemampuan itu ke anaknya atau pelaku B ini, sasaran pembelinya nelayan di Makassar. Satu paket (bom ikan) dijual senilai Rp4 juta,” tutur Witnu.

BACA JUGA: Kebakaran di Telkom Plaza Pettarani Makassar, WiFi Corner Ludes Dilalap Si Jago Merah

Saat ini BD dan A masih menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Makassar.

“Ancaman hukuman di atas lima tahun,” tegas Witnu.

Polisi menjerat keduanya dengan Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951. (**)

Berkomentar dengan bijak!