Polres Takalar, Intensifkan Penyelidikan Kasus Pembunuhan Anak Kades

0
Ilustrasi Polce Line

Jaya/Jurnalis

TURATENEWS.com,TAKALAR—Pasca penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya anak seorang kepala desa di dusun Lamangkia Desa Topejawa kecamatan Managarabombang Takalar Sulsel beberapa hari lalu, polisi belum berhasil menemukan pelaku. Sabtu 19 Maret 2016.

Prawira Daeng Ranrang anak kepala desa Bategulung, Kecamatan Bontonompo, Gowa ini, dikeroyok karena diduga melakukan pencurian puluhan ekor ayam milik warga dusun Lamangkia desa Topejawa kecamatan Managarabombang Takalar, 17 Maret lalu sekira pukul 03.00 wita dinihari

Pelakunya pengeroyokan yang diduga warga TKP, hingga saat ini belum tertangkap. Hal ini yang memicu pihak keluarga korban pembunuhan melakukan aksi pemeriksaan (Swiping) kepada pengguna jalan di perbatasan Gowa Takalar Malam Kamis (17/03) pukul 22.00 Wita yang dipimpin kepala dusun Bategulung bernama daeng Tutu. Baca : Keluarga Korban Penganiayaan Swiping KTP di Perbatasan Takalar Gowa

Penyidik Reskrim polres Takalar dibantu tim Resmob Polda Sulsel melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembunuhan tersebut.

Kapolres Takalar AKBP Darwis Rincing menuturkan bahwa pihak kepolisian akan terus berupaya mengungkap para pelaku penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seorang anak kepala desa Bategulung.

Sementara itu, Kapolsek Marbo AKP Alam, saat ini kondisi di TKP hingga malam tadi Jumat 18 Maret masih dijaga oleh pihak kepolisian Polres Takalar guna mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.

Kanit Reskrim AKP Rusdiono saat dihubungi, hingga saat ini penyidik terus melakukan pendalaman dan pulbaket diseputaran TKP atas meninggalnya anak kepala desa Bategulung.

“Kita upayakan pelaku secepatnya terungkap sebab saat ini Polres Takalar bekerja keras untuk mengungkap pelaku,”lengkapnya.

Berita Terkait  :

Kapolres Tak Digubris, Wakapolda Tenangkan Warga

Kepergog Curi Ayam, Tewas di Tebas Parang

Berkomentar dengan bijak!