Temukan Kami di Sini:

Polres Jeneponto Sebut Dua Kecamatan Zona Merah Bahaya Narkoba

0
Ilustrasi Sabu

JENEPONTO–Kecamatan Bangkaka dan Kecamatan Binamu dinyatakan sebagai wilayah yang rawan peredaran Narkoba.

Hal ini dikemukakan oleh Kasat Narkoba Polres Jeneponto AKP Suardi saat Kampanye bahaya penyalagunaan Narkoba di Sekolah SMP Negeri 2 Binamu, Jumat (26/8/2017).

Suardi mengatakan, Satnakoba Polres Jeneponto akan terus mensosialisasi bahaya narkoba.

Dengan sosialisasi diharapkan masyarakat semakin memahami bahaya penyalahgunaan narkoba.

Pihaknya juga tetap melakukan pemetaan wilayah rawan narkoba.

“Hasil pemetaan kami, sementara masuk zona merah penyalagunaan Narkoba dan obat adiktif lainnya adalah kecamatan Bangkala dan Binamu,”ucap Kasat Narkoba.

Di kecamatan Bangkala, Sambung Suardi, di Karamaka, dan desa Kalimporo, juga Allu. Sedangkan di Binamu, jalan Sungai Kelara, lorong Macan, Lanto Daeng Pasewang dan Turatea.

“Tapi itu belum bisa kita tetapkan penuh karena ada kecamatan yang sudah zona peringatan, adalah kecamatan Tamalatea. masih prediksi mereka pelaku berpindah-pindah sehingga tempat atau titiknya tidak bisa dipastikan dengan jelas,”ucapnya

Untuk saat ini, pihak kepolisian bagi pengkomsumsi dianjurkan untuk mengikuti rehabilitasi penyembuhan. Sedangkan pengedar atau penjual akan diproses sesuai hukum yang ada.

“Apakah rehab atau pidananya, undang-undang sudah jelas prosedurnya,”kata AKP Suardi

Saat ini personel Satnarkoba polres Jeneponto diperkuat 12 orang dengan melayani 420.494 warga Jeneponto.

“Kita kekurangan personil, saat ini kami hanya 12 orang saja,”ungkapnya

Dia berharap mendapat tambahan personel untuk menguatkan satuan fungsi yang di pimpinnya.(Bhr/RWY)

Berkomentar dengan bijak!