Temukan Kami di Sini:

Polisi Angkat Bicara Soal Perkelahian Gadis Remaja di Bantaeng

0
Polisi Angkat Bicara Soal Perkelahian Gadis Remaja di Bantaeng
Polisi Angkat Bicara Soal Perkelahian Gadis Remaja di Bantaeng

SUARATURATEA.COM, BANTAENG – Video dua orang gadis remaja melakukan penganiayaan terhadap wanita sebayanya viral di jagat sosial media.

Dalam video yang diperoleh Suaraturatea.com dengan durasi 1 menit 46 detik itu, tampak dua orang remaja yang mengenakan kaus hitam dan remaja berkerudung hitam itu menampar wanita berpakaian putih.

Dalam video itu juga terdengar suara wanita yang posisinya mengabadikan penganiayaan itu, dia lantas membully gadis remaja yang dianiaya itu tanpa membantu melerai.

Selain itu, gadis yang berkaus hitam itu juga mengambil barang bawaan wanita yang dianiaya dan langsung melakukan tindakan yang tak senonoh ini.

Peristiwa ini terjadi di depan sekolah SD Lembang China, Jalan Elang, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Burhan membenarkan perihal penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama ini.

“Betul terjadi penganiayaan bersama-sama yang dilakukan oleh anak sekolah,” kata Burhan kepada wartawan. Kamis (23/9/2021).

Burhan menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada Selasa (21/9/2021) belum lama ini sekira pada pukul 01.00 wita siang.

“Langkah-langkah yang diambil kepolisian setelah adanya laporan dan viral di media sosial, maka polisi melakukan klarifikasi dan penanganan perkara ini tetap berlangsung di PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Bantaeng,” terangnya.

Sementara itu, identitas korban berinisial AD. Kedua yang memukul itu yakni, AU, dan JS.

Ketiga orang gadis remaja ini yang terlibat perkelahian ini masih mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

TONTON VIDEO:

Lebih jauh dikatakan, Burhan, perkelahian satu lawan dua ini ternyata dilatarbelakangi ketersinggungan dan perkataan yang tak senonoh melalui pesan instan WhatsApp.

“Motif penganiayaan yang dilakukan ini, terlapor tersinggung ketika di chat oleh temannya dan isi dari percakapan itu kata-kata tak senonoh, sehingga terlapor mendatangi korban dan melakukan penganiayaan secara bersama-sama,” ungkapnya.

Ihwal peristiwa ini, pihak PPA Polres Bantaeng telah melibatkan orang tua kedua belapihak dan P2TP2A Bantaeng, lantaran mengingat ketiganya masih berusia di bawah umur.

“Karena ini adalah korban dan pelaku masih dibawah umur, maka kita tetap proses hukum sesuai hukum yang berlaku,” ungkapnya. (*)

Berkomentar dengan bijak!