Temukan Kami di Sini:

Pesta Pernikahan Digelar di Tengah PPKM Mikro, Iksan Iskandar; Tidak Ada Larangan

0
Pesta Pernikahan Digelar di Tengah PPKM Mikro, Iksan Iskandar; Tidak Ada Larangan
Iksan Iskandar, Bupati Jeneponto.

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Upaya pemerintah menekan turunnya angka covid-19, justru masih ada ditemukan pesta pernikahan digelar di tengah pandemi Covid-19, apalagi diterapkannya PPKM.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Jeneponto telah berlangsung, bahkan beberapa tempat yang memicu kerumunan dibubarkan.

Namun, kali ini penerapan itu menjadi tantangan dan taji pemerintah melakukan penertiban kerumunan. Pasalnya, masih ada warga yang nekat menggelar pesta pernikahan di tengah penerapan PPKM.

BACA JUGA: Terharu, Inilah Kepedulian Partai Golkar untuk Warga Korban Banjir di Kabupaten Jeneponto

Menanggapi perihal tersebut, Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar menjelaskan, bahwa PPKM hanyalah sebuah pembatasan, bukan pelarangan.

Sehingga, masyarakat yang tetap menggelar pesta di tengah pandemi covid-19 ini hanyalah membatasi tamu undangan.

“Sebenarnya kan singkatan dari PPKM itu pembatasan saja, bukan dilarang cuman kalau kapasitas tempat atau gedung dan rumah itu 100 tamu diharapkan 50 persen dari kapasitas itu undangannya. Jadi tidak ada pelarangan, cuman pembatasan,” kata Iksan Iskandar. Kamis (22/7/2021).

BACA JUGA: Bupati Jeneponto; Acara Pernikahan dan Sebagainya Harus Difilter dan Patahui Prokes

Disinggung soal pesta pernikahan yang menimbulkan kerumunan, Iksan berdalih bahwa tuan rumah diharap mampu mengatur pergerakan setiap tamu undagan yang hadir.

“Sepanjang tuan rumahnya mampu mengatur misalnya, kapasitanya 100 diperbolehkan 50 (persen). Tamu yang dapat diatur dan antrian bergantian. Saya kira begitu,” jelasnya.

Eks Sekertaris Daerah ini menuturkan bahwa tak ada pelarangan tiap orang yang menggelar pesta pernikahan. Baik di rumah maupun di gedung.

BACA JUGA: Harapan Jeneponto Keluar dari Daerah Tertinggal di Depan Mata, Investasi CDIA Siap Bekerja

“Iya sama, rata-rata kalau di gendung itu bagus diatur. Tamunya diantri, tidak usah ada makan disitu. Diambil dan dibungkus kan sudah berlaku itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Iksan Iskandar saat dilayangkan pertanyaan oleh wartawan terkait perizinan, dirinya enggan memberikan keterangan. Ia hanya menegaskan tak ada pelarangan.

BACA JUGA: Takut Tunjangan Penghasilan Pegawai Tak Cair, ASN di Jeneponto Ikut Vaksin

“Pada prinsipnya tidak ada pelarangan, PPKM itu bukan pelarangan. Cuman pembatasan kegiatan masyarakat,” pungkasnya. (**)

Berkomentar dengan bijak!