Pesan Berantai, Presiden Jokowi Manfaatkan Korupsi di Tengah Pandemi

0

SUARATURATEA.COM – Berita korupsi mengenai Presiden Jokowi terus bermunculan.

Kali ini datang dari
sebuah pesan berantai yang beredar di aplikasi WhatsApp.

Pesan tersebut berisi tentang korupsi yang dilakukan di tengah wabah virus corona sebesar Rp 59 triliun diambil dari dana desa secara paksa.

Selain itu, pesan berantai tersebut juga mencantumkan tautan media yang memberitakan berjudul “Pemerintah Sunat Rp 59 Triliun Dana Desa untuk Tangani Virus Corona” pada 20 Maret 2020.

Narasi yang dituliskan dirangkai seperti berikut :

Memanfaatkan situasi bencana, pemerintah mengambil paksa dana desa Rp 59 Triliun.

Stock belasan triliun yang dimiliki BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) sudah habis dibagikan selama rezim Jokowi.

Ada banyak jalan pemerintah untuk menambah pundi-pundinya, memperkaya diri ditengah bencana kemanusiaan covid-19.

Sumber Komunitas Intelejen,” tulis narasi tersebut.

Namun, narasi yang beredar ini sama sekali tidak relevan dengan berita yang dicantumkan.

Berita tersebut tidak ada satu paragraf yang menyebutkan pemerintah melakukan korupsi Rp 59 triliun saat pandemi.

Tautan berita yang dicantumkan di pesan tersebut adalah milik Liputan6.com.

Teks yang sebenarnya dari berita milik Liputan 6 menyebutkan pemerintah telah mengidentifikasi dana Rp 56-59 triliun yang merupakan dana desa akan dialihkan untuk penanganan virus corona.

Dana ini akan ditransfer ke dana desa daerah yang totalnya mencapai Rp 850 triliun pada 2020.

Menteri Sri Mulyani juga mengatakan kebijakan ini terpaksa diambil pemerintah karena penyebaran virus corona yang semakin cepat di berbagai wilayah Indonesia.

Jadi, pesan berantai yang mencantumkan narasi teks tersebut tidak sinkron dengan isi berita link yang dicantumkan.

Sementara isi berita yang mengaitkan Presiden Jokowi melakukan korupsi selama pandemi virus corona adalah kabar yang tidak benar atau termasuk hoaks.

Editor : Reza

Berkomentar dengan bijak!