Perbub Jeneponto Sanksi Denda Warga Tak Pakai Masker dan Pelaku UMKM

0
Perbub Jeneponto Sanksi Denda Warga Tak Pakai Masker dan Pelaku UMKM
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pemkab Jeneponto, Mustaufiq.

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO Kini pemerintah mengeluarkan peraturan bupati ( Perbub ) terkait warga dan pelaku usaha di Kabupaten Jeneponto harus berfikir matang apabila ingin mencoba tidak mematuhi protokol kesehatan, dengan tidak menggunakan masker.

Hal itu di karenakan, Pemerintah Kabupaten Jeneponto telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbub) nomor 37 tahun 2020 dan telah diberlakukan sejak 31 Agustus 2020 bulan lalu.

Perbub itu tertuang di Nomor 37 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian virus covid-19, warga dan pelaku usaha yang tidak mematuhi perbub akan dikenakan sanksi.

Hal itu guna menindak lanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus (Covid-19) terhadap warga.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pemkab Jeneponto, Mustaufiq mengatakan, Perbub nomor 37 itu saat ini sudah dalam tahap sosialisasi di tengah masyarakat.

“Pemerintah daerah, Satpol-PP, Dishub Jeneponto, bersama TNI-Polri sudah beberapa melakukan sosialisasi dan operasi yustisi dilapangan. Mudah-mudahan masyarakat termasuk aparatur menaati itu dengan menggunakan masker dan menjaga jarak,” ujarnya kepada wartawan, Senin (23/11/2020).

Dia mengatakan, tujuan dari Perbub tersebut sebagai proteksi seluruh masyarakat, baik itu warga Jeneponto maupun warga luar daerah.

“Tujuannya itu sebagai proteksi kepada seluruh masyarakat, bukan hanya masyarakat Jeneponto, tetapi masyarakat luar yang masuk ke Jeneponto agar terhindar dari covid-19 ini, itu tujuan dari perbub tersebut,” ungkapnya.

Dia mengatakan, bahwa terkait sanksi denda uang tunai yang terterai dalam Perbub itu, akan berlaku pada awal Desember atau awal Januari 2021.

“Tahap dendanya setelah proses tahap sosialisasi berjalan, mungkin di awal Desember atau di awal Januari 2021, itu sudah kita tetapkan dendanya,” jelasnya.

Namun Mustaufiq mengaku, bahwa dirinya tidak terlalu tahu nominal denda uang tunai tersebut.

“Kalau terkait denda saya tidak tahu pasti berapa denda besaranya yang ada di Perbub itu, tapi yang jelas ada tercantum dalam Perbub itu,” pungkasnya.

| Penulis: Arya Pratama
| Editor : Reza Demil

Berkomentar dengan bijak!