Penyitaan MIT, Dandim Jeneponto akui “Saya Yang Memerintahkan Anggota”

0
Dandim Jeneponto Letkol Inf Rudy Sandry saat jumpa pers di warkop dottoro Bontosunggu beberapa bulan lalu

Ical Karsa/Jurnalis

TURATEANEWS.com,JENEPONTO—Beberapa orang oknum TNI kodim 1425 Jeneponto mendatangi rumah warga dan mengambil satu set MIT (Media Infokom Televisi) yang terdiri Mesin Gengset, Televisi, antena parabola dan alat pembangkit listrik tenaga surya, yang dibagikan Kementrian Infokom beberapa bulan lalu.

Oknum TNI tersebut mengambil peralatan itu di dua, desa Bangkalaloe kecamatan Bontoramba dan desa Jenetelasa kecamatan Rumbia kabupaten Jeneponto provinsi Sulawesi selatan sekira bulan Maret tahun ini dengan alasan perintah Pimpinannya.

Seorang warga desa Bangkalaloe kecamatan Bontoramba berinisial RM menjelaskan kepada turateanews, bahwa kejadian itu sekira bulan maret, namun dia mengaku lupa hari dan tanggalnya.

“Dia datang dengan berpakaian preman kata Intel Kodim Jeneponto, dia menjelaskan kalau kedatangannya untuk mengambil televisi atas perintah pak Dandim,”kata RM

Begitupun juga yang terjadi di desa Jenetallasa Rumbia, seorang warga berinisial BC mengaku didatangangi anggota TNI berpakaian preman dan mengambil paksa alat yang telah diterimanya dari kekementrian perhubungan melalui dinas Perhubungan dan Inforkom Jeneponto.

Sementara itu Dandim 1425 Jeneponto Letkol Inf Rudy Sandry saat ditemui di Makodim membenarkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa sumua itu atas perintahnya.

“Saya yang memerintahkan anggota Serka Hasanuddin untuk mengambil satu set MIT karena dasar dari SKA Bupati Jeneponto H.Ikhsan Iskandar yang memang memerintahkan dalam hal pengawasan yang sesuai peruntukanya serta nama nama yang ada di SKA ” kata Letkol Inf Rudy Sandry, Rabu 17 Mei pukul 22.00 wita

Dandim 1425 Letkol Inf Rudy Sandry juga menjelaskan keberadaan barang tersebut “MIT itu sudah kami serahkan ke warga yang tetulis di SKA Bupati,”pungkasnya

Terpisah salahsatu Kepala Bidang (Kabid) di dinas Perhubungan Jeneponto mengatakan  bahwa apa yang dilakukan Dandim Jeneponto adalah tindakan kesewenang wenangan.

“Jangan terlalu arogan terhadap warga dan jangan terlalu ikut campur dalam urusan, TNI itu hanya mendapat tugas pendamping bukan teknis pengelolaan, semestinya harus koordinasi serta memberitahukan apa bila ada kejadian begitu bukan serta merta melakukan tindakan, apalagi mengambil paksa barang itu,” kata KY

KY yang juga salah satu Kabid di dinas perhubungan, menambahkan, bahwa anggota kodim 1425 Jeneponto sudah  menyalahi aturan karena tentang juknis pengelolaan program Kementrian Infokom.

“Kodim hanya pendamping bukan pengelola teknis dilapangan program ini diperuntukkam untuk daerah terpencil yang kurang mendapatkan informasi media televisi, jadi Dandim Jeneponto pelan pelan saja,”harapnya

Baca  Juga  :

Oknum LSM Peras Warga, Kasat Reskrim “Laporkan Saja”

31 Pelaku Perusakan Rumah, 9 Sudah Dibebaskan, Ada Apa? 

Merugikan Negara, Alat Berat Proyek Cetak Sawah di Jeneponto Gunakan Solar Bersubsidi

Menyalahi Mekanisme, Proyek Cetak Sawah TNI di Jeneponto Diperjual Belikan Kepada Tiga Kontraktor

Berkomentar dengan bijak!