Penyaluran Bantuan Sosial Pangan di Jeneponto Berubah, Apa Saja?

0
Penyaluran Bantuan Sosial Pangan di Jeneponto Berubah, Apa Saja?
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto, Nirmala Syuaib (Kanan Baju Putih) Barsama Abd Rahim (Kiri Baju Merah selaku Supplier atau Penyedia Barang program bantuan sosial pangan saat memantau langsung sayuran-sayuran yang sedang dipacking oleh warga.

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Komposisi bantuan program sembako Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Bantuan Sosial Pangan (BSP) di Jeneponto berubah.

Perubahan tersebut berdasarkan hasil rapat Tim Koordinasi (Tikor) tingkat Kabupaten Jeneponto bersama unsur tim koordinasi dan pendamping beserta supplier.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto, Nirmala Suaib membenarkan adanya perubahan komposisi program Bantuan Sosial Pangan (BSP) tersebut.

BACA JUGA : Sederhana.! Naik Vespa Pasangan Pengantin di Jeneponto Bikin Terenyuh

“Betul ada perubahan komposisi program sembako. Jadi ikan segar diambil langsung dimasukkan dalam boks dengan tiga kali lapisan es batu, lalu diangkut dalam mobil box freezer,” ujarnya Nirmala Syuaib, Selasa (17/11/2020).

Selain ikan segar, lanjut Nirmala, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) juga dibagikan sayuran padat yang diambil di Kecamatan Rumbia sebagai salah satu daerah penghasil sayur mayur.

Dia mengatakan, otomatis hal ini sangat membantu petani dan lembaga yang ada di desa karena pangsa pasar hasil bumi petani jelas bertambah. Berarti pendapatan petani meningkat pula.

BACA JUGA : Satu Pasien Positif Covid-19 di Jeneponto Meninggal Dunia

“Apalagi dalam penjualan hasil bumi petani bermitra dengan lembaga-lembaga yang ada di desa dalam hal packaging dan pemasarannya. Jadi ada value added dari hasil bumi itu sendiri,” terang Nirmala.

Saat ini, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Jeneponto diberikan bantuan sembako. Seperti ikan bandeng segar tiga ekor, telur 15 butir, dan beras premium 10 kilogram.

Selain itu, KPM juga memberikan sayur-sayuran berupa kentang, wortel, labu siam, dan tomat.

BACA JUGA : Dampak Pandemi, Janda di Jeneponto Tercatat 340 di PN Agama

“Sebelumnya kami dibagikan ikan kaleng sama telur dan beras. Sekarang ikan kaleng sudah tidak ada, saya juga dikasi sayur-sayuran dan ikan bandeng tiga ekor,” ucap Ratna, salah satu penerima manfaat di Kecamatan Bangkala Barat.

Dari perubahan tersebut, pihak supplier selaku penyedia barang juga mengaku mengambil bahan sayuran dari wilayah Jeneponto sendiri untuk menggerakkan ekonomi lokal masyarakat.

“Sayuran segar kita ambil dari masyarakat langsung melalui gapoktan (gabungan kelompok tani). Ini tentunya bertujuan agar ekonomi di tingkat bawah terus bergerak di tengah pandemi Covid-19,” terang Abdul Rahim selaku supplier.

Untuk packing sayur-sayuran, tambah Rahim, Ia juga mengaku menyerap tenaga kerja warga sekitar.

“Pihak kami juga meyiapkan mobil box freezer atau mobil thermo pendingin untuk mendistribusikan ikan agar terjaga dan terjamin kesegarannya,” ujar Rahim.

| Penulis : Arya Pratama
| Editor   : Reza Demil 

TONTON VIDEO PELAKU PEMBUNUHAN DI GOWA:

Berkomentar dengan bijak!