Penipuan Catut Instansi Pemerintah, Kini BKSDM Gowa Jadi Korban

0
Penipuan Catut Instansi Pemerintah, Kini BKSDM Gowa Jadi Korban
Penipuan Catut Instansi Pemerintah, Kini BKSDM Gowa Jadi Korban

SUARATURATEA.COM, GOWA – Penipuan via Telephone mengatasanamakana instansi pemerintah daerah kembali terjadi. Kali ini pelaku penipuan menyasar instansi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan

Modus pelaku penipuan yang mengatasnamakan dari instansi pemerintah BKPSDM Gowa ini mengiming-imingi targetnya dengan berbagai macam timbal balik, seperti mendapatkan bonus, dan kesempatan kembali menjadi pegawai di Pemerintahan Kabupaten Gowa.

Tindakan penipuan ini diungkapkan langsung oleh M. Agus Salim Harahap. Dirinya mengaku bahwa pelaku yang melakukan penipuan ini bahkan mengancam para targetnya seperti perpindahan tempat tugas.

“Terus terang kami sangat sayangkan sekali, dan prihatin terhadap korban yang diberdayakan oleh pelaku hingga melakukan transaksi uang, itu hal yang tidak mendasar dilakukan oleh pelaku,” kata Kepala Bidang Pengadaan dan Mutasi Pegawai, M. Agus Salim Harahap. Kamis (10/6/2021).

Kata Agus saat ditemui di kantor BKPSDM yang terletak di Jalan Syech Yusuf, Kecamatan Somba opu, tindakan seperti itu adalah sangat mencederai instansi pemerintahan, khususnya BKPSDM Kabupaten Gowa.

“Tindakan itu tidak mendasar hanya menjual instansi BKPSDM Gowa, apalagi saya kan di bidang mutasi, ini tidak pernah (kami, red) melakukan hal-hal seperti itu, atau tidak ada di dalam aturan kepegawaian itu melakukan perpindahan dengan mentransaksi berupa uang,” terangnya.

Menurutnya, perpindahan pegawai dari satu tempat ke tempat lain dilakukan secara terstruktural dalam administrasi. Namun, baru-baru ini korban melaporkan kepada pihaknya bahwa ada seseorang penipu melalui telepon seluler mengatasanamakan dirinya dan dari instansinya, bahkan pelaku itu meminta imbalan uang.

“Perpindahan itu hanya berproses dalam administrasi, didalamnnya tidak ada semacam pembayaran atau transaksi uang untuk imbalan,” bebernya.

Berkomentar dengan bijak!