Pengembangan dan Peninjauan Pariwisata, Habiskan 1 Milyar   

0
Kepala seksi kebudayaan dinas pariwisata Jeneponto, Intin Subair saat menemui pengunjuk rasa di depan kantor dinas pariwisata Jeneponto, Rabu (2/03/2016)

Ical Karsar/Jurnalis

 

TURATEANEWS.com,JENEPONTO—Puluhan mahasiswa turatea malakukan unjuk rasa dan orasi di depan kantor dinas parawisata Jeneponto Sulawesi selatan, Rabu (/02/02/). Mereka mempertanyakan kinerja dinas parawisata yang dipimpin Asrul SH.

Selain menuntut kinerja dinas pariwisata dan kebudayaan Jeneponto, mereka juga mempertanyakan transparansi data program serta penggunaan anggran.

Kepala seksi kebudayaan dinas pariwisata Jeneponto, Intin Subair saat menemui pengunjuk rasa mengatakan bahwa selama ini dinas pariwisata sudah kerja maksimal, dan sudah melakukan peninjauan beberapa lokasi pariwisata yang ada di Jeneponto.

“Kami disini terkendala dengan anggaran jadi bagaimana bisa kami bekerja dan melakukan pengembangan terkait permandian kassi apa lagi belum ada pembebasan lahanya jadi tolong juga dimengerti adik ,” Intin Subair

Terpisah, sekretaris dinas parawisata dan kebudayaan H.Manggaukan menuturkan, dengan anggaran tahun lalu sebesar 1 milyar itu sudah ada bagiannya, digunakan untuk peninjauan dan pengembangan wisata yang ada dijeneponto.

“Kalau masalah pembangunan, itu tadi sudah dijelaskan kami terkendala dengan dana”jelasnya H Manggaukan

Hasan Wibisono pimpinan orasi, mempertanyakan anggaran sebesar 1 milyar untuk peninjauan dan pengembangan pariwisata.

“Kegiatan dan program apa saja hingga menghabiskan dana 1 milyar, kalau pengembangan dimana lokasinya. Masa hanya peninjauan bisa menghabiskan uang sebanyak itu,”tutur Hasan Wibisono

Mereka juga meminta kepala dinas pariwisata mundur dari jabatnnya jika tidak mampu membangun pariwisata di Jeneponto.

“Semestinya seorang  kepala dinas harusnya selalu kordinasi  dengan bupati jangan cuman tinggal dikantor saja,”pungkasnya

 

Baca Juga :

Fortal, Dorong Kejari Usut SPPD Fiktif DPRD Takalar 

Iank Kamaruddin : Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Ini Harus Diusut Tuntas 

Berkomentar dengan bijak!