Gowa  

Pengedar Obat Daftar G di Gowa Diringkus, Ini Identitasnya

Pengedar Obat Daftar G di Gowa Diringkus, Ini Identitasnya
Pelaku Pengedar obat-obat terlarang saat digelandang Sat Resnarkoba Polres Gowa.

SUARATURATEA.COM, GOWA – Sebanyak 2050 butir obat daftar G atau barang terlarang berhasil disita jajaran Sat Narkoba Polres Gowa.

Satu orang pelaku juga turut diamankan polisi.

Kasat Narkoba Polres Gowa, AKP Maulud mengatakan pelaku diamankan di Desa Biring Balang, Kelurahan Lembang Parang, Kecamatan Barombong, Gowa.

BACA JUGA : Heboh, Mayat Pria di Gowa Terbungkus Karung di Perkebunan
BACA JUGA : Baru Rampung, Jalan Penghubung Antardesa di Tamalatea Jeneponto Rusak Lagi

“Pelaku diamankan di rumahnya pada Jumat (5/3/2021) kemarin sekitar pukul 07.00 Wita dan juga kita mengamankan 2050 butir obat daftar G,” katanya. Senin (8/3/2021).

Pelaku diketahui bernama Awaluddin (21), dirinya berlatar belakang sebagai buruh harian.

“Barang bukti yang diamankan sebanyak 2050 Butir tablet warna putih berlogo Y, kuat dugaan adalah obat daftar G Jenis THD (tramadol),” jelas Kasat Narkoba.

Sejauh ini kata dia, juga turut mengamankan sejumlah uang sebanyak dua ratus lima puluh ribu rupiah.

Pelaku ditangkap berawal dari informasi masyarakat tentang maraknya peredaran obat daftar G di Desa Biring Balang.

BACA JUGA : Mesin Mati di Tengah Laut, Nelayan Asal Bantaeng Berhasil Dievakuasi Basarnas
BACA JUGA : Iksan Iskandar Kembali ‘Rebutan’ Kursi Ketua DPD II Partai Golkar Jeneponto

Hal itu polisi lalu melakukan penindakan dan menyasar rumah pelaku.

“Pelaku hendak melarikan diri, dan posisinya sudah bersembunyi di atas atap rumahnya, kami melihat dan langsung memediasi agar turun untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” beber dia.

Pelaku kemudian turun dari atap lalu polisi membawa langsung ke kamar pelaku untuk dilakukan penggeledahan mencari barang bukti.

Penggeledahan dilanjutkan dan berhasil menemukan sebuah kantong plastik warna hitam yang digantung di bawah plafon kamar.

“Kantong itu berisi 2 botol plastik warna putih berupa obat yang sama sebanyak 2000 butir dan serta menemukan uang sebesar Rp.250.000 di dalam laci lemari,” tukas AKP Maulud.

Pelaku disebut nekad melakukan penjualan obat terlarang ini karena faktor ekonomi.

“Aksinya ini sudah sekitar 5 bulan. Dan hasil interogasi, pelaku membeli dari wilayah Timbuseng berinisial DT, pelaku menjual barang haram ini menyasar anak sekolah dan beberapa orang anak muda,

Saat ini, pelaku telah mendekam di Mapolres Takala dengan dikenakan Pasal 196 ayat 2 dan 3 UU No.36 ttg Kesehatan Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Penulis : Ibnu Gaffar
Editor   : Reza Demil

Berkomentar dengan bijak!