Pengakuan Mandus Datara dan Anggota DPRD Jeneponto Terkait Pengalihan Fungsi Lahan Pembangunan Sekolah

0

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO– Pengalihan fungsi lahan hibah untuk dijadikan pembangunan sekolah SMAN 3 Bontoramba kini difungsikan menjadi sarana lapangan olahraga bagi masyarakat Desa Datara, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto.

Pengalihan fungsi lahan pembangunan sekolah dinilai cacat adminstrasi karena dialihkan yang bukan peruntukkannya sesuai dengan akte hibah.

Mantan Kepala Dusun Tamasongo, Muh.Takwa menjelaskan pada saat itu, Almarhum Raja pada saat itu mendatanginya bersama Masrajuddin untuk di minta tanda tangan pada akte hibah untuk pembangunan sekolah SMAN 3 Bontoramba.

Ia juga katakan kepada Raja pada saat itu, kalau akte hibah harus diperlihatkan atau dilampirkan SPPT.

“saya sampaikan ke Raja kalau akte hibah harus dilampirkan SPPT dan hari itu juga beliau pergi mengambil SPPTnya untuk dilampirkan, setelah itu baru ditanda tangani,”ungkap Muh.Taqwa, ke Suaraturatea.com, Sabtu, (07/11/2020).

Lahan hibah sebenarnya untuk pembangunan sekolah SMAN 3 Bontoramba bukan lapangan olahraga, jadi itu disalahgunakan akte hibahnya,”Tambah Muh.Taqwa.

“lahan itu untuk pembangunan sekolah, bukan untuk lapangan, jadi pak Desa menyalagunakan fungsinya yang tidak sesuai lagi dengan isi akte hibahnya,”Jelas Muh.Taqwa.

Ditempat terpisah, Anggota DPRD Jeneponto H. Salinringi saat di hubgungi via telepon selulernya mengatakan memang betul itu ada kesepakatan waktu pemerintahan Bupati Almarhum Radjamilo, namun setelah meninggal, sudah tidak ada lagi perkembangannya.

Ia juga mengatakan kalau info saya dengar dari masyarakat memang ada rencana pembangunan sekolah pada saat, bukan untuk lapangan, namun kalau ada semacam akte hibah saya tidak tahu menahu.

“Saya dengar info masyarakat memang betul ada pembangunan sekolah SMAN 3 Bontoramba, namun gagal sehingga saya meminta juga waktu itu, untuk dibanguni SMK dan itu juga gagal, dan kalau ada lahirnya akte hibah seperti itu, saya angkat tangan karena saya tidak tahu menahu,”Ungkap H. Salinringi.

Sementara itu, Kepala Desa Datara Muh.Jufri Lau mengatakan status lahan sudah dihibahkan oleh pemiliknya atas nama Raja bin haji Ruppa pada tanggal 1 November 2013.

Ia juga menjelaskan kalau lahan tersebut memang untuk pembangunan lapangan bukan sekolah, saya juga jadi kepala desa pada tanggal 26 Maret 2013 artinya sudah berpindah tangan sebelum saya kepala desa.

Sedangkan pengadaan lapangan olahraga itu di laksanakan pada tahun 2015 dan itu merupakan bantuan dari kementerian pemuda dan olahraga,”Lanjut Jufri Lau.

Mengenai tidak dilibatkan dalam pekerjaan pembangunan lapangan sepakbola itu juga tidak benar, karena yang terlibat langsung dalam pengerjaan itu orang tua Sahrul Ungke (Alam. Raja) dan dia sendri yang menanam rumput dan sebagai pengawas dalam pembangunan lapangan Sepakbola, dan keluarga lainnya banyak menyaksikan,”Pungkas Jufri Lau.

Penulis : Ibnu Gaffar
Editor. : Aditya.

Berkomentar dengan bijak!