Penderita HIV/AIDS Jeneponto Meningkat Drastis, Capai 172 Jiwa

0
Ilustrasi

Krg. Lomba/Jurnalis

TURATEANEWS.com,JENEPONTO–Jumlah penderita yang diduga terkena penyakit HIV/ AIDS di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, tiap tahunnya mengalami peningkatan tajam. Sejumlah langkah dilakukan untuk menekan jumlah penderita.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jeneponto, jumlah penderita HIV / AIDS tiap tahunnya mengalami peningkatan. Sebagaimana diketahui, pada tahun

2010 jumlah penderita lima orang, 2011 ada sembilan orang, 2012 terdapat  13 orang, 2013 ada 21 orang, 2014 ada 45 orang, tahun 2015 ada 46 orang, sementara Januari sampai Juni 2016, terdapat 33 orang.

Dari data tersebut, Jumlah penderita HIV/AIDS dikabupaten Jeneponto, dari tujuh tahun terakhir ini mengalami peningkatan yang tajam, terdapat 172 orang yang terkena HIV/AIDS di Butta Turatea. 

Pengelola HIV/ AIDS Dinas Kesehatan Jeneponto Mappigau mengatakan, terjadi peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS di daerah ini, ditenggarai akibat prilaku hidup sebagian masyarakat yang tidak sehat. Jeneponto masuk peringkat ketiga di Sulsel, penderita HIV/AIDS.

Selain dari itu, kata Mappigau Perkembangan masyarakat Jeneponto yang semakin kompleks serta laju Pertumbuhan Ekonomi menjadi salah satu pemicu Peningkatan HIV AIDS adalah Seks education menjadi penyebab utama dalam perkembangan HIV/ AIDS dimana diartikan sebagai Pola hidup sehat, dengan tidak melakukan gonta ganti pasangan.

Untuk menekan angkat penderita HIV/ AIDS di kabupaten Jeneponto,  pihak dinas kesehatan hanya bisa melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat dan karena dalam memerangi virus mematikan ini butuh peran bersama dan kesadaran masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat, katanya.

“Kita sekarang memberikan pelayanan secara aktif di klinik Care, Support and Treatment ( CST) yang terdapat di 18 puskesmas di Kabupaten Jeneponto. Selain itu dilengkapi dengan layanan Provider Initiated Testing and Counseling (PITC). Hal ini dilakukan untuk menjaring kasus-kasus baru HIV/AIDS yang belum ditemukan,” ujar Mappigau.

Sejauh ini, kata Mappigau, penderita yang masih sebatas terserang gejala HIV atau AIDS belum menyadarinya. Karena itu, mereka diharapkan untuk segera berobat secara aktif.

“Jangan sampai setelah menjadi penderita HIV/AIDS sulit disembuhkan karena menyangkut masalah kekebalan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan (P2LP) Dinas Kesehatan Jeneponto  Abadi Gunawan mengatakan, untuk mencegah HIV/AIDS di daerah ini, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap waria. Bahkan kata dia, sudah memberikan sosialisasi agar mereka tidak melakukan hubungan seksual sesama jenis.

Selain itu, kita juga melakukan pengawasan di Kecamatan Tamalatea dan Bontoramba, eks kalijodoh. ” KIta hanya menjaga saja, agar eks kalijodoh tidak ada di daerah ini,” ujarnya. Yang penting bagi masyarakat, untuk mencegahnya, masyarakat jangan suka jajan diluar”, katanya.

Baca Juga :

Demo, Tuntut Janji Nurdin Abdullah

Ratusan Paket Dipaksakan Menjadi Proyek Aspirasi DPRD Jeneponto, Kadistan Tak Mampu Proses

Korban Kecelakaan lalu Lintas Disuguhi Parasetamol, Tak Ada Obat

 

Berkomentar dengan bijak!