Temukan Kami di Sini:

Pendaki yang Meninggal di Gunung Bawakaraeng Bakal Diwisuda Bulan Depan

0
Pendaki yang Meninggal di Gunung Bawakaraeng Bakal Diwisuda Bulan Depan
Ibu Vivi, orang tua Steven, pendaki yang meninggal di atas Gunung Bawakaraeng [IBNU GAFFAR/SUARATURATEA.COM]

SUARATURATEA.COM, GOWA – Orang tua Steven (21) Vivi Desi Yulianti, pendaki yang meninggal di atas gunung Bawakaraeng pada 17 Agustus 2021 ini mengungkapkan, anaknya bulan depan akan mengikuti wisuda.

Steven diketahui mengenyam pendidikan akhir di bangku kuliah Politekni Negeri Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Pendaki ini meninggal dunia bersama dua orang rekannya, Rian (21) dan Saenal (21) yang merupakan satu bangku sekolahnya semasa mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) 10 Kabupaten Gowa.

BACA JUGA: Dua Pendaki di Gunung Bawakaraeng Gowa Meninggal Dunia

Perihal Steven yang rencananya bulan depan akan diwisuda itu disampaikan langsung oleh orang tuanya sebelum jasad korban tiba dari Malino.

“Dia sudah selesai pak, mau diwisuda ini, bulan depan,” ungkap Ibu Vivi kepada media. Kamis (19/8/2021).

Kata Vivi, Steven anaknya ini dikenal baik semasa hidupnya dan juga anak ketiga dari lima bersaudara.

“Anak ketiga dari lima bersaudara,” haru Ibu Steven.

Selain itu dirinya meninggalkan kediamannya yang berada di Jalan Melati, Kelurahan Kalegowa, Kecamatan Somba Opu, Gowa itu pada Sabtu (14/8/2021) lalu.

BACA JUGA: Orang Tua Steven Menangis Histeris Saat Jasad Anaknya Tiba di Rumahnya

Dia mengatakan, bahwa Steven dan rekannya berangkat dan meminta izin pamit untuk berangkat ke Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Gowa.

“Hari Sabtu, (pamit izin) dia bilang mauka pergi mami, asal jangan mendaki nak, tidak ada temanku di kaki gunung sana (Gunung Bawakaraeng), saya nda mendakiji, cuman dudukji,” terang Ibu vivi menirukan perbincangannya dengan anaknya.

Selain itu kata Vivi, bahwa anaknya memang kerap berpergian untuk melakukan traveling di beberapa lembah, seperti Lembah Ramma, Tanralili.

BACA JUGA: BEJAT! Kakek 65 Tahun di Makassar Cabuli 16 Anak Dibawah Umur

“Sudah sering pergi Tanralili, di Malino, tapi tidak pernah pergi mendaki, iya (pertamakali mendaki),” lanjutnya.

Sementara sebelum berangkat, ada tanda-tanda yang dirasakan ibunya sebelum anaknya ini meninggal.

“Dia peluk-peluk saya, cium saya pak, dia anak yang baik tidak pernah melawan. Dia terakhir itu cium saya, peluk saya. Kaget saya dia cium saya, kenapa dia cium saya, dia tidak pernah cium saya,” sedih Vivi.

BACA JUGA: Hujan-hujanan dan Diselimuti Kabut, Upacara HUT-RI di Gunung Bontolojong Jeneponto

Diketahui, ketiga pendaki yang berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan ini telah diserahkan kepada masing-masing pihak keluarga.

Ketiganya juga telah dikebumikan oleh pihak keluarga di lokasi yang berbeda-beda. (**)

Berkomentar dengan bijak!