Pelaku Pengrusakan Pipa Pamsimas Dituntut Tiga tahun Penjara Oleh Jaksa

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO— Sidang kasus pengrusakan pipa Pamsimas di desa Ujung bulu, Kecamatan Rumbia, akhirnya memasuki sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jeneponto, setelah melalui delapan kali persidangan.

Sidang tuntutan dilakukan secara virtual, yang dipimpin ketua pengadilan Negeri Jeneponto Arief Karyadi, Selasa, (16/03/2021).

Kasus pengrusakan pipa Pamsimas ini, menetapkan dua orang tersangka setelah satu Minggu diperiksa penyidik Polres Jeneponto.

Pengrusakan pipa Pamsimas yang merupakan proyek vital pemerintah Jeneponto tersebut dirusak dengan cara menggergaji pipa oleh pelaku yang berinisial Mappahuddin dan Halim. selain itu, sisi bangunan juga ikut dirusak, dan mulut bak diisi kayu dan batu.

Harum merupakan salah satu pelapor mengatakan sangat mengapresiasi atas tuntutan jaksa yang di jatuhkan kepada pelaku dimana hukum bisa dibuktikan dan ditegakkan padahal kasus pengrusakan pipa ini sudah bergulir sejak tahun 2019.

“Saya mengapresiasi atas kerja seluruh aparat penegak hukum (APH) baik dari jajaran kepolisian, Kejaksaan dan pengadilan Negeri Jeneponto, itu membuktikan hukum masih ada dan bisa di tegakkan,”Ucap Harum.

Sementara itu, Kepala desa Ujung bulu Mansur mengatakan sangat bersyukur adanya tuntutan yang di jatuhkan jaksa penuntut umum kepada pelaku pengrusakan pipa Pamsimas yang terjadi di wilayah pemerintahannya.

“Sebagai Kepala Desa sangat bersyukur atas tuntutan yang dijatuhkan Jaksa penuntut umum (JPU) kepada pelaku, dan itu membuktikan hukum masih ada dan di buktikan kepada kami khususnya warga Ujung bulu,” Ucap Mansur.

Ia juga menambahkan kasus ini terjadi pada Maret 2019 lalu. Namun belum ada titik terang, meski batangan pipa sudah diamankan sebagai barang bukti di Polsek Kelara, dan ia menilai kasus ini lamban di tangani lantaran tidak serius menangani kasus tersebut, sehingga kasus ini ditarik ke Mapolres Jeneponto.

” kasus ini sudah bergulir sejak tahun 2019 lalu, namun kasus ini tidak serius ditangani Polsek Kelara, sehingga kasus ini di tarik ke polres Jeneponto,”kata Mansur.

Sementara kasipidum Hary mengatakan, hari ini sudah dibacakan tuntutan Jaksa penuntut umum kepada terdakwa pengrusakan pipa Pamsimas di Desa Ujung bulu Kecamatan Rumbia, dikenakan tuntutan pasal 170 KUHP “Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Penulis : Ibnu Gaffar
Editor. : Aditya

 

Berkomentar dengan bijak!