Temukan Kami di Sini:

Pelaku Pencabulan Bocah 13 Tahun di Jeneponto Akhirnya Ditangkap

0
Bejat! Bocah 13 Tahun di Jeneponto Jadi Korban Pemerkosaan
Bejat! Bocah 13 Tahun di Jeneponto Jadi Korban Pemerkosaan

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – AL (23) Pria yang melakukan pemerkosaan terhadap Bunga yang baru berusia 13 tahun akhirnya diringkus polisi.

Sebelumnya, AL melarikan diri usai melakukan tindakan keji terhadap Bunga. Tak cukup 24 jam, polisi akhirnya meringkus AL.

Perbuatan AL dinilai mencoreng harga diri keluarga, meskipun keduanya memiliki hubungan keluarga.

Pelarian AL berhasil diringkus tim Buru Sergap (Buser) Reskrim Polres Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan keterangan Kanit, Ipda Abdul Razak, AL saat ini telah berada di Mapolres Jeneponto.

“Pelaku sudah ditangkap,” ujar Razak kepada wartawan. Minggu (20/6/2021).

Dituturkan lebih jauh, pelaku berhasil diringkus di Kampung Bonto Katangka, Desa Bontoukung, Kecamatan Tarowang.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jeneponto, Ipda Uji Mughni mengatakan peristiwa itu bermula ketika AL meminta untuk ditemani membeli pampers untuk anak AL

“Pelaku menjemput korban dirumahnya untuk ditemani beli popok (Pampers),” katanya.

Namun, korban tak langsung mengiyakan. Ia lantas meminta izin terlebih dahulu kepada sang nenek.

Sang nenek bahkan sempat melarang cucunya untuk menemani AL. Berselang beberapa waktu, Bunga bersama AL membujuk nenek hingga akhirnya diberikan izin.

“Sebetulnya sempat dilarang sama sang Nenek, karena kan buat apa ditemani juga,” tambah Uji.

Keduanya meninggalkan rumah menuju toko yang dikatakan AL. Usai membeli pampers, AL tak langsung pulang.

AL membawa Bunga ke suatu tempat di semak-semak, di sana, AL melakukan aksi bejatnya.

“Setelah beli popok, dibawalah ke arah kuburan, tapi di semak-semak,” jelasnya.

Setelah melakukan tindakan kejinya, korban kemudian diantar kembali ke rumah nenek. Pelaku tak lagi naik ke rumah untuk berpamitan melainkan ia melarikan diri.

“Korban diantar pulang, tapi pelaku langsung tancap gas pergi, (tidak pamit),” jelasnya.

Tangisan histeris terus menghantui Bunga, dia menjerit kesakitan dan tak menerima perbuatan AL yang baru saja terjadi.

Mendengar tangisan itu, sang nenek mempertanyakan kondisi Bunga dan apa yang telah dialaminya usai bepergian dengan AL.

Setelah mendengar cerita Bunga, pihak keluarga langsung mengamuk dan mencari pelaku hingga ke rumahnya. Namun, AL rupanya sudah melarikan diri.

“Sih korban langsung menangis. Keluarga korban langsung mengamuk,” tambah Uji.

AL yang tidak ditemukan, pihhak keluarga dan polisi akhirnya membawa korban ke RS Lanto dg Pasewang untuk menjalani pemeriksaan tes visum.

Tak hanya itu, Bunga sempat mengalami pendarahan akibat perbuatan bejat AL. Namun saat ini korban juga dalam kondisi membaik serta tak lagi mengalami pendarahan meski masih trauma.

“Sudah tidak pendarahan. Korban trauma, saat ini kondisi Alhamdulillah sedikit membaik,” tandasnya.

Berkomentar dengan bijak!