Pedagang Dadakan Muncul di Jeneponto, Pemda Akan Tertibkan?

0
Pedagang Dadakan Muncul di Jeneponto, Pemda Akan Tertibkan?
Pedagang Dadakan Muncul di Jeneponto, Pemda Akan Tertibkan?

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Umat Muslim baru saja telah menjalani ibadah puasa perdana. Kegiatan masyarakat meningkat di bulan ramadan, salah satunya sejumlah pedagang dadakan.

Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto, Sulawesi Selatan langsung menanggapi.

Pemkab mengimbau agar pelaksanaan kegiatan masyarakat tetap mengikuti protokol Covid-19 dan peraturan daerah.

BACA JUGA : H+1 Ramadan, Puluhan Pengendara ‘Nakal’ di Jeneponto Terjaring Razia Polisi

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kominfo Jeneponto, Mansur, Selasa, (13/4/2021).

“Pemkab menghimbau masyarakat pada bulan suci ramadan tetap mematuhi protokol kesehatan. Masyarakat tidak boleh abai dengan kondisi hari ini,” ujarnya.

Mansur menjelaskan, bahwa masyarakat harus tetap menerapkan social distancing dan physical distancing.

BACA JUGA : Puluhan Personel Satlantas Polres Jeneponto Amankan Masjid

Menurutnya, imbauan ini juga mengingatkan bahwa tidak membuat kerumunan saat melaksanakan aktivitas di bulan ramadan.

Dia mengungkapkan adanya keramaian massa bisa menciptakan penyebaran covid-19.

“Tetap mengedapnkan protokol kesehatan yang ketat dalam setiap aktivitas masyarakat. Kominfo juga melalui radio Turatea tetap menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Juru Bicara (Jubir) Pemkab Jeneponto ini mengaku, bahwa pemerintah daerah memperbolehkan para pedagang musiman untuk berjualan takjil. Asalkan tetap mematuhi protokol kesehat.

“Untuk persyaratn mungkin sesuai protap yang dilakukan selama ini dengan tidak menimbulkan kerumunan,” ungkapnya.

Kata dia, para pedangan diwajibkan untuk menyiapkan tempat cuci tangan, handsanitizer dan memakai masker. Tujuanya, untuk mengantisipasi cluster baru.

BACA JUGA : Kronologi Terungkapnya Kasus Dugaan Pencabulan Bocah SD di Gowa

“Dan mengantri jarak atau antrian bagi pelanggan,” singkatnya.

Disinggung soal pedagang yang berjualan dipinggir jalan, yang menimbulkan kerumunan massa, Mansur mengaku akan dikaji oleh pemerintah daerah.

“Untuk hal itu akan dikaji jauh oleh pemerintah. Akan segera dikoordinasikan dengan beberapa pihak terkait,” terangnya.

Dia mengunggkapkan, bahwa tiap kebijakan yang akan dikeluarkan oleh pemerintah itu harus melalui kajian dan pertimbangan.

“Belum ada petunjuk soal itu, dilarang atau dibolehkan. Segera saya koordinasikan kalau soal itu,” pungkasnya.

Berkomentar dengan bijak!