Patut Dicontoh, Warga Gowa yang Terima Bantuan Dikembalikan ‘Tidak Halalji’

0
Patut Dicontoh, Warga Gowa yang Terima Bantuan Dikembalikan 'Tidak Halalji'
Ilustrasi Tirto.id

SUARATURATEA.COM, GOWA – Seorang warga di Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menerima sembako yang disalurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa.

Bukan karena sembako tidak layak dikonsumsi atau dikeluarkan, disetujui warga tersebut dipahami karena sebelumnya ia telah mendapatkan bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial.

“Di luar sana masih ada orang yang lebih berhak dan lebih layak mendapatkan. Tidak halal ji juga kalau bukan hak ku makan, makanya aku kembalikan,” kata Irma dalam menjawabnya, Jumat (8/5/2020).

Irma yang merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT) ini, mengakui bahwa bantuan PKH yang diterima sudah cukup membantu anggota dewan.

“Saya dapat tiga kali pada bulan pertama bulan Februari 2020 kemarin mendapat Rp300.000, kemudian di bulan kedua mendapat Rp 400.000 dan pada bulan ketiga mendapat Rp150.000,” jelasnya.

Irma berinisiatif untuk menerima bantuan sembako ini setelah mendapat informasi dari sang suami yang menerima PKH tidak boleh mendapatkan bantuan lain. Dalam artian tidak boleh mendapatkan dua jenis bantuan pada satu penerima.

Sebelumnya, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, mengungkapkan bahwa masih banyak yang memprotes terkait tidak mendapatkan bantuan, padahal sesuai dengan bantuan tersebut bukan hanya dari Pemda Gowa.

“Ingat bantuan itu bukan hanya terdiri dari sembako, ada BPNT, ada PKH, ada sembako covid dari kementrian sosial, ada bantuan sosial ritel dari kementerian sosial, ada BLT, dan sembako Pemda Gowa, ada sembako provinsi,” ujar Adnan ingin dibuka beberapa saat lalu .

“Jadi jika ada yang sudah mendapat sembako dari salah satu itu tidak lagi mendapatkan sembako, dapatkan pembagiannya bisa merata.”

Ia berharap agar masyarakat dapat saling memahami agar bantuan dapat tersalurkan dengan efisien.

“Rata-rata yang bisa kita temukan dia sudah bisa PKH, BPNT, Masih mau juga bisa mendapatkan sembako. Dia sudah bisa sembako mau juga BLT, kalau ini dobel penerimaannya nggak mungkin bisa tersalurkan dan bisa disesuaikan,” kata Adnan.

Sumber : Kabar.news
Editor    : Reza

Berkomentar dengan bijak!