Temukan Kami di Sini:

Parah, Keluarga Penerima Manfaat di Jeneponto Lagi Dapat Bantuan Telur Busuk

0
Parah, Keluarga Penerima Manfaat di Jeneponto Lagi Dapat Bantuan Telur Busuk
`Parah, Keluarga Penerima Manfaat di Jeneponto Lagi Dapat Bantuan Telur Busuk

SUARATURATEA.COM – Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) keluhkan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto.

Dimana KPM yang menetap sebagai warga Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan itu menerima telur ayam busuk.

Alhasil, telur itu pun dibuang oleh KPM karena sudah tak layak untuk dikonsumsi.

Salah seorang KPM yang enggan disebut namanya menuturkan, telur ayam yang didapat dari agen pada Rabu (17/11/2021) kemarin itu tidak layak konsumsi.

Sedikitnya, 31 butir telur ayam yang diterima itu sudah mengeluarkan bau tidak sedap.

Selain dirinya, masih ada warga lain yang ikut menerima telur dengan kualitas buruk. Bahkan karena tidak bisa diolah sebagian warga terpaksa membuang telur itu.

“Saya tidak tahu kalau telurnya memang busuk, tapi waktu saya ambil sudah berbau tidak sedap. Waktu itu saya masukkan freezer. Setelah banyak yang bilang kalau telurnya busuk lalu dibuang, saya cek juga, ternyata memang benar bau,” ujarnya, Kamis (18/11/2021).

Penerima bantuan lainnya, T (50) mengaku telur ayam yang berbau busuk itu sempat diolah menjadi lauk. Namun karena rasa dan bau busuknya cukup menyengat, akhirnya masakan itu juga dibuang.

“Waktu saya ambil dari agen sudah bau, tapi sempat saya masak, berhubung tak enak akhirnya saya buang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ujung Bulu, Mansur mengaku sangat kecewa terhadap pihak terkait.

Menurutnya, bantuan tersebut dinilai sangat membantu warganya, namun nyatanya telur tersebut malah busuk.

“Saya sangat kecewa dengan bantuan dari pemerintah untuk KPM. Tapi ternyata telurnya busuk. Artinya kecewa berat dengan hal seperti ini,” ungkap Mansur.

Dengan itu, Mansur meminta pertanggungjawaban dari pihak terkait dengan adanya kasus begini.

“Dan meminta memang pihak terkait bertanggungjawab,”tutupnya. (**)

Berkomentar dengan bijak!