Temukan Kami di Sini:

Orang Tua Steven Menangis Histeris Saat Jasad Anaknya Tiba di Rumahnya

0
Orang Tua Steven Menangis Histeris Saat Jasad Anaknya Tiba di Rumahnya
Orang Tua Steven Menangis Histeris Saat Jasad Anaknya Tiba di Rumahnya

SUARATURATEA.COM, GOWA – Jenazah Steven, pendaki yang meninggal dunia di atas gunung Bawakaraeng telah tiba di kediamannya di Jalan Melati, Kelurahan kalegowa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Isak tangis haru keluarga di kediamannya pecah, saat mobil ambulance yang mengangkut Steven tiba sekira pada pukul 19.47 Wita, Rabu (18/8/2021).

Vivi Desi Yulianita (41), orang tua korban menangis histeris saat jenazah anaknya diturunkan dari atas mobil ambulance yang dievakuasi oleh tim SAR Gabungan dari atas Gunung Bawakaraeng.

Sementara itu, korban yang dikabarkan meninggal dunia bernama Rian diralat oleh petugas. Yakni, Rian yang semula dikabarkan meninggal dunia itu adalah beridentitas Saenal Abidin.

“Memang ada dua korban. Setelah di kroscek kepada pihak keluarga menjelaskan bahwa yang meninggal itu adalah Steven dan Saenal,” kata Tambunan di kediaman korban.

Diberitakan sebelumnya, orang tua Steven, salah satu pendaki yang dilaporkan meninggal dunia di Gunung Bawakaraeng, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa bercerita semasa hidup anaknya.

Vivi Desi Yulianita (41), tangis ibu Steven pecah ketika dia mengetahui kabar anaknya meninggal dunia di atas gunung Bawakaraeng.

Dia mengatakan, bahwa anaknya berpamitan berangkat ke Malino hanya untuk liburan di kaki gunung Bawakaraeng, yakni di hutan Pinus Lembanna.

“Iye anakku bersama temannya izin, katanya cuman mau pergi kemah-kemah di kaki gunung. Dia bilang tidak mendakiji,” haru Vivi kepada media di kediamannya. Rabu (18/8/2021).

Vivi mengaku bahwa anaknya sempat tidak diberikan izin bepergian bersama dengan temannya. Namun, pengakuannya, korban dengan bersama rekannya itu hanya menginap di kaki gunung.

“Saya sempat tidak memberikan izin. Tapi katanya hanya mau menginap di kaki gunung. Makanya saya izinkan, bilang kalau tidak mendaki saya izinkanji,” kata pengakuan Vivi. (**)

Berkomentar dengan bijak!