Temukan Kami di Sini:

Orang Tua Marah, Jenazah Pasien Covid-19 di Gowa Diduga Ditelantarkan

0
Orang Tua Marah, Jenazah Pasien Covid-19 di Gowa Diduga Ditelantarkan
Orang Tua Marah, Jenazah Pasien Covid-19 di Gowa Diduga Ditelantarkan | [FOTO: IBNU GAFFAR/SUARATURATEA.COM]

SUARATURATEA.COM, GOWA – Petugas Tenaga Kesehatan (Nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Gowa, Sulsel diduga menelantarkan jenazah pasien covid-19. Sabtu (10/7/2021).

Tak terima dengan perilaku Nakes RSUD Syekh Yusuf, orang tua dari jenazah pasien covid-19 itu marah-marah lantaran jenazah anaknya tidak diperhatikan.

“Saya akan laporkan ini ke Pak Bupati (Gowa) saya nda suka, karena saya dikasih begini. Mereka-kan sudah sering menangani hal-hal seperti ini, bukan hal baru lagi. Kenapa di kasih begitu saya punya anak terombang-ombang seperti ini,” kata orang tua korban, Nila sambil marah-marah di RS.

BACA JUGA : Kluster KKN, Lima Mahasiswa Unhas di Jeneponto Terkonfirmasi Covid-19

Kedua orang tua korban itu naik pitam di lokasi, ini lantaran petugas medis di RSUD Syekh Yusuf Gowa diduga menelentarkan jenazah pasien covid-19.

Kedua pasangan suami istri yakni, Bahtiar dan Ibu Nila terus melunjak memarahi petugas medis di lokasi. Dia marah lantaran anaknya berinisial SYR yang meninggal dunia ini tidak diberikan pelayanan prima, termasuk mengurus jenazah.

BACA JUGA : UPDATE: 60 Mahasiswa KKN Unhas di Jeneponto Terkonfirmasi Positif

“Tidak cocok ini, siapa yang tahu bilang pakai peti (jenazah), nah kalian semua yang tahu prosedurnya. Ini sebelum Dzuhur disini, tidak tau (penanganannya), kalau bapaknya tidak naik mengamuk di atas, tidak ditangani. Lambat sekali (penanganan),” tegas Ibu Nila yang terus memarahi petugas medis.

Diketahui, jenazah pasien covid-19 ini merupakan salah satu warga di Kecamatan Barombong. Dia meninggal dunia di RSUD Syekh Yusuf Gowa pada Minggu (10/7/2021) pagi tadi.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Umum RSUD Syekh Yusuf Gowa, Muhammad Amin mengaku, bahwa pihak keluarga hanya tertekan kondisi psikologis.

BACA JUGA : Pelanggar Prokes ‘Semut Indonesia’ di Malino Food City Dikenakan Perda Ini

“Yah memang betul itu, kan kondisi psikologis keluarga yang artinya siapa pun juga butuh pelayanan cepat, tapi ini ada prosedur,” tandasnya (**)

Berkomentar dengan bijak!