Temukan Kami di Sini:

Ngeri, Ada Dua Kampung di Jeneponto Masih Minim Pasokan Listrik

0
Ngeri, Ada Dua Kampung di Jeneponto Masih Minim Pasokan Listrik
Ngeri, Ada Dua Kampung di Jeneponto Masih Minim Pasokan Listrik

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Hadirnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Jeneponto yang berkapasitas membuat masyarakat Sulawesi Selatan terbantu lantaran daya aliran listrik ke pemukiman warga bertambah untuk menjangkau.

Sejak terpilihnya Iksan Iskandar menjadi bupati dua periode di Jeneponto, ia menerapkan tagline ‘Jeneponto Gammara’ nyatatanya masih ada warga yang belum merasakan dibawah kepemimpinannya.

Tak hanya PLTU, Kabupaten Jeneponto juga saat ini telah resmi menjalankan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB Tolo) yang meruapakan pembangkit bertenaga angin.

BACA JUGA : Astaga! Wanita Remaja di Gowa Buang Orok Bayinya di Perkebunan

Namun kenyataan hadirnya perusahan besar kedua ini di Butta Turatea julukan Kabupaten Jeneponto, nyatanya berbanding terbalik.

Pasalnya, masih ada sebagian warga yang tidak merasakan aliran listrik secara penuh dalam pemakaiannya.

Wilayah yang masih minim pasokan listrik ini adalah dua Lingkunga, yakni Lingkungan Kalerungan dan Lingkungan Bori, Kelurahan Pantai Baharai, Kecamatan Bangkala.

BACA JUGA : Menikah 5 Juni 2021, Calon Pengantin Wanita di Pangkep Meninggal Dunia Akibat Laka Lantas

Diceritakan Kepala Kelurahan Pantai Bahari, Muhammad Nasir, selama ini lingkungan Ujung Bori dan Lingkungan Kalerungan masih kekurangan pasokan listrik kepada masyarkat secara penuh.

Padahal PLTU Jeneponto ini tak jauh dari kedua kampung yang masih minim pasokan listrik ini.

“Selama ini kedua lingkungan tersebut belum mendapatkan pasokan listrik secara penuh oleh PLN apalagi kedua kampung tersebut berdekatan dengan PLTU punagaya dengan PLN,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan di Jeneponto. Selasa (1/6/2021) kemarin.

BACA JUGA : Ikut PON XX Papua, Ildawati Asal Jeneponto Cerita Sepak Terjang Jadi Atlet Tinju yang Tangguh

Selain itu, warga yang mempunyai barang elektronik juga disebut rentan rusak.

“Selama kurangnya pasokan yang dialami oleh kedua kampung tersebut, warga sekitar mengeluh dengan kerusakan elektronik mereka seperti, TV dan Kulkas, ini akibat tegangan yang naik turun,” jelasnya.

Lebih jauh, ia mengaku jika…


Berkomentar dengan bijak!