Nekad Terobos Genangan Banjir, Mobil Warga di Jeneponto Mogok

0
Nekad Terobos Genangan Banjir, Mobil Warga di Jeneponto Mogok
kondisi mobil mogok saat nekat melintasi genangan air tersebut. | Ibnu Gaffar

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Hujan deras sepanjang hari menguyur Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan membuat ruas jalan tergenang air, Selasa, (19/1/2021).

Lokasi jalan yang tergenang air tersebut berada di jalan poros.

Jalan poros itu Jeneponto – Bantaeng tepatnya di depan pasar tradisional karisa, kecamatan binamu.

Pantauan di lokasi, Selasa, (19/1/2021) siang, air setinggi lutut orang dewasa masih mengenangi jalan tersebut.

BACA JUGA : Misi Kemanusiaan, Gipalaseta Jeneponto Buka Posko Donasi Untuk Korban Gempa Sulbar

Nampak, sejumlah pengendara harus memperlambat laju kendaraannya ketika melintasi genangan air itu.

Kendati demikian, kemacetan pun tak terelakkan sebab banyaknya kendaraan roda dua hingga roda empat, yang mogok karena mesinya terendam air.

Sebagian besar pengendara juga terlihat memutar balik arah kendaraanya. Sebagian pula nekat menerobos genangan air.

BACA JUGA : Jalan Poros di Jeneponto Tergenang Air Setinggi Lutut Orang Dewasa

Petugas gabungan juga terlihat tengah mangatur arus lalulintas.

Seorang pengendara motor bernama Herman (40), harus merelakan pakaiannya basah karena harus mendorong motornya yang mogok.

Pria asal Bantaeng itu mengaku biasa menggunakan akses jalan tersebut untuk berangkat menuju kantornya.

Pasalnya, jalan itu merupakan penghubung antara Jeneponto-Bantaeng.

BACA JUGA : Kalimantan, Sulbar dan Manado Belum Usai, Banjir Bandang Juga Terjadi di Bogor

“Saya mau ke Bantaeng, cuman saya kira tidak terlalu dalam airnya, eh!, pas saya lewati tiba-tiba motorku mati mesinya, sepatu sama celana juga jadi basah,” ujarnya di lokasi.

Sekadar diketahui, genangan air yang merendam ruas jalan depan Pasar Karisa ini disinyalir akibat saluran drainase yang buntu sehingga air mudah meluap saat hujan.

Dimana, ruas jalan depan pasar karisa ini merupakan sudah langganan banjir ketika hujan mulai menguyur.


Penulis : Ibnu Gaffar
Editor   : Reza Demil

Berkomentar dengan bijak!