Nasib Petani Bawang Merah “Hidup Enggan Matipun Tak Mau”

0
Baharuddin petani bawang merah warga Bungun Lompoa saat menyiram tanamannya menggunakan air sumur bor

Aiman/Jurnalis

TURATEANEWS.com,JENEPONTO–Hidup enggan, matipun tak mau ibarat pepatah inilah yang mungkin cocok untuk menggambarkan nasib petani bawang di kampung Bungun Lompoa kelurahan Bontotangnga kecamatan Tamalatea Jeneponto. Rabu (5/10/2016).

Pantauan Turatenew.com dilapangan, Tanaman bawang merah  di kampung Bungun Lompoa kelurahan Bontotangnga kecamatan Tamalatea Jeneponto Sulsel, terlihat menguning, bahkan ada yang mati akibat kekurangan air.

Baharuddin, seorang petani bawang merah warga Bungun Lompoa mengungkapkan kepada Turateanews.com Rabu (5/10) siang, kekurangan air ini sudah berjalan lima bulan, untuk tetap mempertahankan tanaman bawang merah, mereka menggunakan air sumur dalam.

“kita (petani) sudah lima bulan pak kekurangan air, agar tanaman bawang ini tetap hidup dan bisa di panen kami menggunakan air sumur bor, itupun kadang tidak mencukupi karena juga digunakan untuk keperluan sehari hari di rumah”ujar Baharuddin

Akibat musim ini para petani Bawang Merah dipastikan akan mengalami kerugian hingga Jutaan Rupiah, mengingat mahalnya harga bibit dan pupuk yang digunakan petani.

Baca Juga :

Jalan Hotmix Buruk, Panja DPRD Jeneponto Desak BPKP Audit Investigasi

Gegara Jalan Terhambat, Anggota DPRD Jeneponto Aniaya Warga

Kebakaran Lahan Jalan Lingkar, Gegerkan Warga

Berkomentar dengan bijak!