Temukan Kami di Sini:

Motif Dendam Lama Picu Tewasnya Kakek 62 Tahun Bersimbah Darah di Lapangan Bola Paitana Jeneponto

0
Motif Dendam Lama Picu Tewasnya Kakek 62 Tahun Bersimbah Darah di Lapangan Bola Paitana
Motif Dendam Lama Picu Tewasnya Kakek 62 Tahun Bersimbah Darah di Lapangan Bola Paitana

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Aksi tindak pidana pembunuhan di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan yang menewaskan nyawa seorang kakek berusia 62 tahun mulai terungkap.

Menyikap tabir, peristiwa berdarah dingin ini diduga karena buntut dendam lama antara kedua belah pihak pada tahun 2017 silam.

Disebutkan peristiwa ini adalah rentetan penebasan terhadap Saidang yang sebelumnya dilakukan oleh H. Sala bin Basa, yang kini bergulir hingga berimbas nyawa H Sala melayang dan bersimbah darah di lapangan bola Paitana pada Selasa (24/8/2021) tadi.

Perkara keduanya itu terjadi pada Sabtu (7/10/2017) lalu. H. Sala (korban yang meninggal saat ini) saat itu melakukan pemarangan terhadap Saidang.

Insiden tersebut sempat ditangani jajaran personel Polres Jeneponto, ketika itu AKP And Rahim menjabat sebagai Kapolsek Binamu. Waktu itu, korban H Sala, membacok Saidang di rumah Daming, di Dusun Bontolebang, Desa Paitana.

“Kronologisnya pada jam 11.00 wita, tersangka H. Sala Bin Basa, umur 65 tahun warga TKP (Tempat Kejadian Perkara) mengamuk dengan membawa sebilah parang dan mengejar orang yang berada sekitar jalan, karena balik dikejar warga, pelaku penganiaya itu kemudian lari ke rumah Daming bersembunyi di kamar,” ungkap Kapolsek Binamu yang saat itu dijabat AKP Abd Rahim.

Peristiwa kelam itu, pelaku (korban saat ini 2021) memasuki pekarangan sekolah SD Bontolebang dan mengejar siswa sekolah tersebut sembari menenteng parang. Namun sempat dicegah warga. Pelaku dikejar warga tujuannya untuk mengamankan pelaku dan parang dibawanya.

“Pukul 10.00 wita, pelaku masuk di sekolah SD Bantolebang yang lokasinya tepat di depan rumah pelaku, kemudian mengamuk dan mengejar siswa,” tambahnya

Pada pukul 13.00 wita, sambung Kapolsek, pelaku keluar dari kamar dan langsung melakukan penyerangan.

“Ia (H. Sala) langsung menyerang dan menghujamkan parangnya ke tubuh Saidang yang juga bisan pelaku,” bebernya.

Namun pada tahun 2021 ini, rupanya dendam Saidang tak juga surut terhadap Sala bin Basa.

Dimana peristiwa ini mengakibatkan nyawa kakek 62 tahun, Sala tidak lagi bisa tertolong akibat penebasan yang dilakukan Saidang di lapangan bola Paitana Jeneponto.

Sala meninggal dunia di RS Umum Daerah Kabupaten Jeneponto sekira pada pukul 10.30 WITA siang tadi.

Korban mengalami luka terbuka di sekujur tubuhnya. Dikatakan Kapolsek Peristiwa yang terjadi sekira pada pukul 06.30 Wita pagi tadi.

Kapolsek Binamu, Iptu Baharuddin bahwa tiga orang terlibat dalam peristiwa ini. Dua diantaranya diduga pelaku, satu orang adalah korban.

“Peristiwa berawal dengan adanya informasi bahwa korban akan masuk kembali ke Dusun Bontolebang,” kata Kapolsek, Selasa (24/8/2021).

Saat mengetahui korban bernama Haji Sala bin Basa ini, kedua pelaku menunggu kedatangannya di Desa Paitana, Kecamatan Turatea.

BACA JUGA: BREAKING NEWS: Diduga Ditebas, Kakek 62 Tahun di Jeneponto Kritis Hingga…
BACA JUGA: Inilah Deretan Misteri Gunung Bawakaraeng yang Dijuluki ‘Mulut Tuhan’ dari Gowa

“Setelah datang, di situlah dilihat oleh diduga pelaku bernama Kamiseng dan rekannya bernama Saidang (60) langsung mengejar korban ke area lapangan bola Paitana,” tambah Inspektur Polisi Satu ini.

Peristiwa berdarah itu bermula ketika, korban diduga dianiaya dengan cara dilempari batu. Saat korban jatuh tersungkur ke tanah, korban lalu diparangi.

Akibatnya, korban mengalami luka tebas pada bagian kepala. Luka tebas pada bagian pergelangan kaki kiri dan tangan, dan luka tebas pada bagian punggung belakang, serta luka tebas pada siku kanan, dan luka tebas pada betis kanan.

“Untuk terduga pelaku mengalami luka pada bagian kepala, diduga karena terkena batu, dan luka tebas pada bagian tangan,” tutur Kapolsek. (*)

Berkomentar dengan bijak!