Temukan Kami di Sini:

Momen Polisi Tangkap Dukun yang Memperbudak ‘Seks’ Anak Tirinya

0
Momen Polisi Tangkap Dukun yang Memperbudak 'Seks' Anak Tirinya
Momen penangkapan video viral

SUARATURATEA.COM – Beredar video penangkapan seorang pria paruh baya yang diduga itu adalah dukun di laman Facebook yang diunggah oleh akun Mulan Meva di grup Facebook Seputar Desa Bandung Barat, Kamis (20/2) malam.

Pria itu ialah S alias Eyang Anom, seorang dukun di Ngamprah, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Eyang Anom ditangkap terkait pemerkosaan terhadap anak tirinya.

“Leres kitu kmari aya kejadian di tangkap dukun cabun di daerah tegalaja padalarang kb:bandung barat. Abi kirang terang kronologis na mun aya nu kirim video na doankšŸ˜ŠšŸ˜Š (Benar begitu kemarin ada kejadian ditangkap dukun cabul di daerah Tegalaja-Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Saya kurang tahu kronologinya, hanya ada yang mengirimkan videonya saja),” tulisan dalam keterangan video tersebut, sebagaimana dilihat Suaraturatea.com, Jumat (21/2/2020).

BACA JUGA : Parah! Pengendara Ini Ditegur Ojol Karena Melanggar, Ojolnya Ternyata Polisi

Dalam video berdurasi 2 menit 3 detik itu, terlihat pria yang sudah beruban ditangkap polisi berpakaian preman dan bertopi.

Warga sudah berkerumun di lokasi penangkapan. Saat pelaku dinaikkan ke dalam mobil, warga sontak meneriaki pelaku sambil mengeluarkan kata-kata kasar dan cacian.

Setelah ditelusuri, video tersebut berasal dari Kecamatan Ngamprah. Pria yang dibawa oleh polisi itu memang benar Eyang Anom (50).

Ketua RW setempat, Dudi Suwandi, mengatakan Eyang Anom hampir menjadi sasaran amuk massa yang mengepung rumahnya pada hari Kamis (21/2) sore.

Kemarahan massa disebabkan oleh aksi bejat sang dukun kampung, yang tega menyetubuhi anak tirinya sendiri selama bertahun-tahun, sejak SD hingga lulus SMA.

Aksi bejat Eyang Anom itu terbongkar setelah korban, yang kini berusia 18 tahun, menceritakan soal kisah tragis yang dialaminya sejak usia 9 tahun hingga lepas remaja.

BACA JUGA : Polisi Gagalkan Ribuan Liter ā€œBalloā€ di Gowa

Korban menceritakan perlakuan bejat pelaku kepada ibu kandungnya, ketua RW, pihak kepolisian, dan pengurus desa. Kabar pertemuan dan pengakuan dari korban kemudian menyebar ke telinga warga yang langsung mengepung rumah Eyang Anom.

“Kejadian penangkapannya kemarin (Kamis). Memang dia hampir jadi bulan-bulanan emosi warga, tapi sempat saya dan aparat tahan, karena kalau sampai dia dihajar oleh massa, mungkin bisa fatal akibatnya,” ujar Dudi Suwandi, Jumat (21/2/2020).

Ternyata pengepungan yang dilakukan oleh massa tak sepenuhnya salah. Sebab, saat ia dan aparat lainnya mendatangi rumah Eyang Anom untuk mencari kebenaran soal dugaan perkosaan tersebut, hampir terjadi sesuatu hal yang membahayakan.

“Jadi, setelah keluarga korban cerita, kami pengurus coba pertemukan mereka semua. Di rumah memang S ini mengakui perbuatannya. Saat ngobrol, dia bilang mau ke kamar mandi, ternyata dia malah bawa pisau. Mungkin mau menyerang warga atau keluarga, tapi alhamdulillah berhasil diamankan petugas dan dibawa sama warga,” tutur Dudi.

Pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Cimahi untuk dimintai keterangan. Termasuk korban dan sang ibu yang mendampinginya.

Editor : Reza

Berkomentar dengan bijak!