Meski SAH, Aktivis PKPT IPMIL Raya UKI Paulus Tolak Omnibus Law

0
Meski SAH, Aktivis PKPT IPMIL Raya UKI Paulus Tolak Omnibus Law
Mahasiswa berunjuk rasa menolak SAH-nya Omnibus Law

SUARATURATEA.COM – Langkah senyap DPR dan pemerintah dalam memuluskan Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja menjadi UU akhirnya terwujud.

DPR mengesahkan RUU Cipta Kerja menjadi UU pada rapat paripurna yang digelar hari ini.

pengesahan Rancangan undang-undang ( RUU ) menjadi Undang-undang omnibus law cipta lapangan kerja (Ciptaker) yang di paripurnakan di DPR RI heri ini (5/10/2020), pengesahan ini sudah mengundang simpati para aktivis setanah air, salah satunya Aktivis dari PKPT IPMIL RAYA UKIP.

“Terkait sektor lingkungan hidup dan pertanahan, RUU Ciptaker berpotensi memunculkan dampak mengkhawatirkan bagi sektor pertanahan karena melegalkan perampasan lahan sebanyak dan semudah mungkin untuk Proyek Prioritas Pemerintah dan Proyek Strategis Nasional yang pelaksanaannya dapat diserahkan kepada swasta.”jelas, Sadan salah satu aktivis IPMIL RAYA ini

“RUU ini juga mengandung sistem easy hiring but easy firing, misalnya ketentuan mengenai pekerja kontrak dan outsourcing yang dilonggarkan secara drastis juga menyebabkan pekerja kesulitan mendapatkan kepastian hak untuk menjadi pekerja tetap,” ujarnya. Tambah Sadan.

Kami PKPT IPMIL RAYA UKI Paulus juga menilai proses pembahasan poin-poin krusial dalam RUU Ciptaker kurang transparan dan akuntabel. Hal itu karena tidak banyak melibatkan elemen masyarakat, pekerja, dan jaringan masyarakat sipil. (Citizen Report)

Catatan : Citizen Report merupakan wadah bagi siapa saja yang ingin berkontribusi melakukan penulisan dan mengirim ke meja redaksi redaksiturateanews@gmail.com untuk dipublikasikan, Suaraturatea.com tidak bertanggung jawab atas penulisan-penulisan yang dikirim citizen Report

Berkomentar dengan bijak!