Merugikan Negara, Alat Berat Proyek Cetak Sawah di Jeneponto Gunakan Solar Bersubsidi

0

Krg Lomba / Jurnalis

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO–Dinilai sudah menyalahi kontrak kerja dari Kementerian Pertanian yang menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menjalankan proyek cetak sawah di Dua Desa di Kecamatan Bangkala Barat, Jeneponto. Yakni Desa Barana dan Desa Beroanging.

Kini pihak kontraktor yang mengerjakan proyek percetakan sawah baru dari TNI AD itu, diduga melakukan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang menyalahi aturan penggunaannya.

Baca : Menyalahi Mekanisme, Proyek Cetak Sawah TNI di Jeneponto Diperjual Belikan Kepada Tiga Kontraktor

Dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut dilakukan tiga orang kontraktor tersebut yang mengerjakan proyek percetakan sawah di Desa Barana dan Beroanging. Ketiga orang kontraktor tersebut bernama, Ical yang mengerjakan proyek cetak sawah di Beroanging dan Irawan dan Andi Asdar di Desa Barana, ujar sumber yang diinisalkan namanya Jm

Modusnya, pihak kontraktor tersebut membeli BBM bersubsidi di  salah satu SPBU di Takalar untuk pengisian alat berat proyek yang mengerjakan percetakan sawah baru.

“Bahan bakar bersubsidi yang digunakan untuk alat berat yang dioperasikan pekerjaan proyek percetakan sawah baru di Desa Barana dan Beroanging sudah menyalahi aturan,” ungkap sumber.

Baca : Mulyadi Mustamu Melawan, Hanura Kerahkan Massa

Alat berat yang mengerjakan proyek tidak boleh menggunakan BBM bersubsidi. Karena ini proyek besar yang nilai sangat bombastik Rp 16,5 miliar, ujar sumber. Harusya alat berat yang mengerjakan proyek menggunakan bahan bakar nonsubsidi, ungkap sumber. Penggunaan BBM bersubsidi  telah melakukan tindakan korupsi yang berpotensi merugikan negara.

Proyek percetakan sawah baru dari Kementan yang menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat dan mengalihkan proyek tersebut ke pihak kontraktor dinilai sudah menyalahi mekanisme yang ada.

Baca : HMI Lapor Wakil Ketua KPK di Polres Jeneponto

Untuk itu, Inspektorat Kodam VII Wirabuana diminta untuk turun tangan menindak tegas oknum oknum TNI AD yang nakal pada kegiatan proyek percetakan sawah baru di Desa Barana dan Beroanging. Karena kami menilai ada dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek percetakan sawah baru yang sedang berlangsung di kerjakan oleh ketiga kontraktor di dua desa tersebut, tegas sumber.

Baca Juga  :

Selama Tahun 2015, KPK Selamatkan Uang Negara 160 Trilyun

Laporan Penyelewengan Raskin, Kejaksaan Diam

Tak Ada Penyampaian, Pedagang Pasar Tolak Penertiban

Berkomentar dengan bijak!