Menatap Harapan Baru Hutan Pinus Paccumikang Jeneponto Seluas 65 Hektar

0
Menatap Harapan Baru Hutan Pinus Paccumikang Jeneponto Seluas 65 Hektar
Suasan di lokasi wisata Hutan Pinus Paccumikang, Desa Jenetallasa, Kecamatan Rumbia, Jeneponto. Foto : Arya Pratama

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Wisata hutan Pinus Paccumikang di Desa Jenetallasa, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto terus diminati wisatawan.

Hutan garapan itu juga disebut-sebut diminta lahan sebagai tempat wisata baru di Jeneponto sekitar (±) 65 hektar.

Kepala Desa Jenetallasa, Basir Suaming mengatakan lahan itu seluas itu akan dikembangkan kedepannya.

BACA JUGA : FOTO: Menatap Wisata Baru Hutan Pinus Paccumikang Jeneponto

“Untuk pengembangan wisatanya lengkap dengan wahana-wahana permainan dan pengembangannya kedepan selebihnya itu masuk lahan pertanian,” katanya beberapa waktu lalu kepada Suaraturatea.com.

Sementara selebihnya 25 persen sebut Bucek sapaan karibnya itu sudah menjadi beralihfungsi lahan garapan pertanian.

“Kenapa kami dan teman teman masuk di sini supaya tidak menambah lagi, dan memisahkan hutannya ini tetap menjadi hutan produktif,” ujarnya.

Kesiapan lonjakan ekowisata Hutan Pinus Paccumikang itu disebut persiapannya hanya dua bulan terakhir.

BACA JUGA : Perkenalkan, Wisata Hutan Pinus Paccumikang di Jeneponto Siap Saingi Malino

“Inisiatif membuka ini berawal dari saya, karena semenjak saya jalan 15 hari setelah pelantikan (Kades) itu saya masuk dan prihatin melihat kondisi pohon yang ada di sini, ada kosong, mending kita manfaatkan,” beber Bucek.

Lebih jauh kata dia, untuk infrastruktur jalan menuju ke lokasi itu akan didanai dalam anggaran dana desa.

BACA JUGA : Gubernur Cek Progres Pembangunan Titik Nol dan Pedestrian Kawasan Wisata Bira

“Mungkin kedepannya kita akan menggunakan dana desa untuk infrastrukturnya,” tambahnya.

Pihaknya dan warga setempat berharap agar objek wisata baru Hutan Pinus Paccumikang ini tak hanya sementara, akan tetapi tetap berlanjut dan lebih besar dan bisa dijadikan salah satu icon wisata untuk Daerah Kabupaten Jeneponto yang sebelumnya dikenal sebagai kota Kuda, dan Kincir Angin.

BACA JUGA : Hari Sumpah Pemuda dan Libur Panjang, Wisata di Malino Capai 8.451Pengunjung

“Mudah-mudahan Pemda terlibat-lah, kemudian, terus kami memberikan ruang untuk berinvestasi di sini agar semua masyarakat itu terlibat. Dalam artian tetap ikut konsep dark pengurus Hutan Pinus Paccumikang ini,” harap dia.

Sejauh ini jalanan menuju ke lokasi untuk dilakukan pembenahan, untuk sementara Basir menyebutnya akan menggunakan hasil swadaya masyarakat agar mengundang minat wisatawan serta meningkatkan dan memutar perekonomian warga di sana.

| Penulis : Ibnu Gaffar
| Editor : Reza Demil

Berkomentar dengan bijak!