Menatap Ajal di Arena Balap, Hingga Korban Keganasan Arena MotoGP

0
Menatap Ajal di Arena Balap, Hingga Korban Keganasan Arena MotoGP
Menatap Ajal di Arena Balap, Hingga Korban Keganasan Arena MotoGP

SUARATURATEA.COM – Insiden kecelakan Simoncelli di MotoGP Sepang adalah satu dari sekian banyak kejadian yang begitu menggemparkan, tak hanya balap motor dunia otomotif lainnya juga memiliki resiko serupa.

Istilah menatap ajal di arena balap seakan terdengar begitu lumrah, tetapi tak jarang diantaranya menjadi kecelakaan yang tak di duga-duga.

1. Marco Simoncelli, Korban Keganasan Arena MotoGP

Umur manusia adalah rahasia sang pencipta alam semesta, siapa yang menduga 23 Oktober 2011 menjadi balapan terakhir Marco Simoncelli. Pria asal Italia meregang nyawa di lintasan MotoGP Sepang Malaysia.

Tak ada awan hitam atau pertanda buruk lainnya, GP Sepang Malaysia menjadi race ke-17 musim 2011 melakukan start seperti biasa, jantung seketika berdebar kencang saat race baru menginjak lap ke-2.

Simoncelli yang sedang adu kencang dengan Álvaro Bautista jatuh hingga tubuhnya di hantam motor Colin Edwards dan Valentino Rossi. Kejadian begitu cepat Edwards dan Rossi tidak bisa menghindar, sehingga Marco Simoncelli meningga dunia.

Kematian Marco Simoncelli menjadi sejarah kelam arena balap, Simoncelli tutup usia pada umur yang terbilang muda pada 24 tahun. Raider dengan rambut nyentrik ini tengah menjalani karir meroket, tapi tak banyak yang tahu ada beberapa fakta terselubung dibalik kematian pembalap berjuluk Super Sic.

Lepasnya helm Marco Simoncelli adalah salah satu penyebab utama kematiannya, banyak yang bertanya-tanya “mengapa helm si Moncelli bisa terlepas”, padahal perangkat keamanan tubuh pembalap MotoGP sudah teruji tahan banting serta bernilai ratusan juta rupiah.

Sempat ada anggapan, rambut kribo Simoncelli membuat daya cengkraman helm kurang kuat sehingga kinerja helm tidak maksimal. Helm Marco Simoncelli yang bisa terlepas masih menjadi tanda tanya hingga detik ini yang tidak bisa dijawab oleh pimpinan lomba serta pihak produsen helm.

Disisi lain Marco Simoncelli dikenal memiliki gaya balapan sangat agresif, hal ini sudah dikeluhkan raider lain seperti Jorge Lorenzo dan Daniel Pedrosa. Mereka menilai Simoncelli terlalu grasak-grusuk yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain, protes sudah dilayangkan kepada penyelanggara lomba.

Isu izin balap Simoncelli sempat menggema, alih-alih izin balapan dicabut atau teguran Simoncelli hanya mendapat nasihat yang tentunya membuat pembalap lain tidak puas. Selain menjadi balapan terakhir sirkuit Sepang Malaysia ternyata memiliki arti besar bagi Marco Simoncelli, Sepang adalah lokasi pertama Simoncelli mencicipi kuda besi berlevel MotoGP.

Kala itu ia melakukan test race di Sepang Malaysia pada Oktober 2009, meski trek ini sering dikeluhkan karena dirancang untuk balap Formula 1. Simoncelli ternyata sangat menyukai balapan di Sepang, alasannya Sepang International Circuit memiliki inisial S.I.C serupa dengan julukan dirinya Super Sic.

Seperti kunjungan ke negeri jiran Simoncelli tak pernah melewatkan membeli cinderamata yang bertuliskan S.I.C yang dijadikan oleh-oleh untuk kerabat dan keluarga di Italia.

2. Jos Verstappen (1994), Membuat Pit Stop F1 Seketika Berlarian

Grand Prix Formula 1 Jerman tahun 1994, ayah dari Max Verstappen mengalami insiden yang tak disangka-sangka. Saat sedang melakukan pengisian ulang bahan bakar, salah satu kru menempatkan posisi selang secara tidak sempurna, alhasil bahan bakar yang tumpah ke mobil menyulut kobaran api yang amat besar.

Jos Verstappen terjebak di dalam mobil, untungnya pembalap paspor Belanda ini selamat. Tidak ada korban jiwa karena seluruh kru menggunakan pakaian anti api.

3. Robert Kubica (2007), Kecelakaan Saat Melaju Dengan Kecepatan 300 KM/Jam

Mobil Formula 1 mengalami kecelakaan hingga hancur berkeping-keping, suatu hal yang jarang terjadi tapi pengalaman tersebut pernah menjadi pengalaman berharga bagi Robert Kubica.

Kubica bak seorang pahlawan di negaranya karena menjadi nama Polandia pertama yang berhasil menembus pentas Formula 1 pada tahun 2006.

Saat melakoni GP Kanada 2007 ia terlibat kontak dengan Jarno Trulli, jet darat Kubica membentur pembatas jalan hingga hancur lebur, kecepatannya kala itu berada di angka 300 km/jam.

Kubica langsung dilarikan ke rumah sakit, namun ia tidak menderita cedera berarti dan hanya mengalami gegar otak ringan dan kaki terkilir.

Uniknya Kubica berhasil menaklukan sirkuit tersebut setahun berselang, Robert Kubica menjadi juara GP Kanada 2008.

4. Moto3 Le Mans (2017), Selusin Pembalap Jatuh Bersamaan

Bagaimana dengan balapan yang menyebabkan jatuhnya 12 rider secara bersamaan, momen ini terjadi di ajang Moto3 Le Mans tahun 2017. 12 pebalap terdepan semuanya jatuh secara bersamaan, hal ini dikarenakan ada oli yang tercecer di lintasan.

Oli berasal dari kecelakaan yang melibatkan 4 pembalap pada lap sebelumnya, cairan oli tidak terdeteksi oleh petugas pengawas sirkuit, meski sedikit tetap saja membahayakan.

5. Melawan Api Di Atas Kuda Besi

Bagaimana jika api tak di undang tiba-tiba datang, hal ini pernah di alami dua nama sohor Superbike seperti Chaz Davies dan Javier Fores, keduanya dikejutkan dengan motornya yang seketika terbakar.

Untuk kejadian Fores lebih genting dan ia tetap memaksakan diri untuk menepi terlebih dahulu agar tidak membahayakan pembalap lainnya.

Berkomentar dengan bijak!