Masya Allah, Jumlah Mualaf di Prancis Meningkat Dua Kali Lipat Usai Macron Hina Islam

0
Masya Allah, Jumlah Mualaf di Prancis Meningkat Dua Kali Lipat Usai Macron Hina Islam
Foto: Pexels / Chattrapal

SUARATURATEA.COM – Presiden Perancis Emmanuel Macron menjadi sorotan publik tidak hanya di Indonesia namun juga masyarakat dunia, khususnya bagi umat yang beragama Islam.

Pasalnya, Presiden yang diklaim menjadi presiden termuda saat ini di Perancis dengan usianya 39 itu belakangan ini pernyataannya tuai dikecam lantaran menjadi kontoversi karena berhubungan dengan Islam.

Seperti yang dikutip dari Al Jaazera, Emmanuel Macron sebelumnya menggambarkan Islam sebagai agama yang krisis di seluruh dunia.

Belum lagi awal bulan Oktober Emmanuel Macron yang berjanji melawan Separatisme Islam dimana menurutnya berpotensi mengambil kendali komunitas Muslim di Perancis.

Yang membuat geram banyak pihak hingga dikecam adalah sikap Macron yang membela surat kabar satir Charlie Hebdo menerbitkan karikatur Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari kebebasan berekspresi.

Sikapnya ini sampai membuat beberapa pedagang asosiasi di Arab bertindak memboikot beberapa produk Perancis lantaran kesal dengan pernyataan Macron.

Pernyataan Presiden Perancis, Emmanuel Macron yang menghina Islam dan melecehkan Nabi Muhammad memang banyak dikecam berbagai pihak di dunia.

Namun, itengah banyak aksi penolakan dan kecaman atas pernyataan Presiden Macron, ternyata ada hal baik terjadi, khususnya di Perancis sendiri. Dilansir dari hajinews.id Jumlah mualaf di Prancis terus mengalami peningkatan.

Beberapa laporan menyebutkan jumlah mualaf di Prancis naik dua kali lipat setelah adanya aksi penghinaan yang dilakukan Marcon.

D kutipan dari laman About Islam, Minggu, 8 November 2020, Bangunan masjid Sahaba di jantung pinggiran kota kelas menengah Creteil di Paris, dikenal sebagai masjid para mualaf. Sekitar 150 acara pengucapan syahadat dilakukan setiap tahun di masjid Sahaba.

Baca Juga: Mahfud MD Ungkap Alasan Gatot Nurmantyo Tak Hadiri Pemberian Bintang Mahaputera di Istana Negara

Menurut video Muslim Converts Stories, jumlah orang Prancis yang masuk Islam setiap tahun meningkat secara signifikan.

“mungkin ada sekitar 10 mualaf setiap hari,” ujarnya.

Laporan lain oleh harian La Croix pada 25 Agustus, mengutip survei yang dilakukan oleh Pierre Schmidt tentang mualaf di Prancis, menyatakan selalu ada warga yang menerapkan Islam.

Melansir dari Ringtimes Bali dengan artikel berjudul ” Masya Allah, Jumlah Mualaf di Meningkat Dua Kali Lipat Usai Macron Hina Islam “, hal ini berarti ada sekitar 3.600 orang mualaf setiap tahun. Banyak ahli catatan pengaruh para mualaf, terutama dari pemain sepak bola.

Adalah Nicolas Anelka, yang bermain untuk tim nasional Prancis dan orang tuanya berasal dari Martinik, mengubah namanya menjadi Abdul-Salam Bilal Anelka ketika dia masuk Islam pada 2004.

Lembaga riset asal Amerika Serikat (AS) Pew Research Center (PRC) memprediksi, Islam akan menjadi agama terbesar di dunia pada tahun 2075.

Hal ini terjadi seiring dengan kian bertambahnya pemeluk muslim dan juga peningkatan kelahiran di keluarga Muslim (I GA Putu Yuliani Dewi / Ringtimes Bali). ***

Berkomentar dengan bijak!