Temukan Kami di Sini:

MANTAP! Rudenim Makassar Luncurkan Aplikasi untuk Imigran

0
MANTAP! Rudenim Makassar Luncurkan Aplikasi untuk Imigran
MANTAP! Rudenim Makassar Luncurkan Aplikasi untuk Imigran

SUARATURATEA.COM, GOWA – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar, Sulawesi Selatan melaunching aplikasi khusus para imigran yang ada di Kota Makassar.

Aplikasi yang dilaunching pihak Rudenim untuk mempermudah para Imigran di Kota Makassar. Aplikasi itu bernama E-Motion (Electronic-Immigrant Mobile Administration).

Peresmian berlangsung di Kantor Rudenim Kota Makassar yang terletak di Jalan Lembaga Bolangi, Kabupaten Gowa.

Kepala Rudenim Makassar, Alimuddin Husain Jabar menjelaskan, aplikasi yang di luncurkan ini untuk mempermudah para imigran dan tak lagi datang ke kantor Rudenim untuk pelaporan setiap bulannya.

“Aplikasi ini salah satu bentuk proyek perubahan di dalam pendidikan kepemimpinan administrator. Aplikasi ini Adalah untuk mempermudah para pengungsi imigran yang ada di Kota Makassar,” katanya kepada media saat diwawancara. Rabu (16/6/2021)

Kata dia, para imigran atau pengungsi tak lagi harus mendatangi Rudenim Makassar yang terletak di Jalan Lapas Bolangi, Kabupaten Gowa.

Selain itu pelaporan para imigran yang dipermudah ini hanya melalui aplikasi E-Motion.

“Keunggulannya E-Motion sendiri adalah yaitu untuk mempermudah pelaporan pengungsi, yang mana tadinya pengungsi tiap bulan datang ke Rudenim Makassar ini dengan jarak yang sangat jauh Maka dengan adanya aplikasi ini cukup dia (imigran) diberi akses untuk melaporkan dirinya melalui aplikasi ini,” jelasnya.

Terkait dengan data privasi para imigran, pihaknya menjamin bahwa setiap data para imigran hanya bisa diakses oleh para imigran dan user, dalam hal ini Kesbangpol, dan Kepolisian.

“Untuk keamanan aplikasi ini kami sudah bekerja dengan vendor karena ada beberapa aplikasi itu yang gampang dijebol, dan kita yang bikin ini Alhamdulillah untuk saat ini dari bulan kemarin uji coba ini sudah bisa, karena yang bisa mengakses ini hanya klien (pengungsi, red) dan user,” jelas Alimuddin

“Tidak bisa, karena kita tidak berikan, yang bisa itu hanya pengungsi dan user, user itu adalah kami (Rudenim), Kesbangpol, Polisi. Makanya yaitu tadi kita tidak membuka soal itu, karena ini rahasia pribadi orang. Ini hanya berfungsi untuk para pengungsi dan user,” tambahnya.

Berkomentar dengan bijak!