Mantan Kabag Humas Bawa Lari Mobdin Ketempat yang Baru

0
Kabag Humas dan Protokeler Pemkab Jeneponto Rusli Ramli

Krg Lomba/ Jurnalis

TURATEANEWS.com JENEPONTO–Pasca mutasi pejabat eselon II, III dan IV  lingkup Pemkab Jeneponto, beberapa waktu. Pejabat yang dimutasi ikut juga kendaraan dinasnya ketempat yang baru. Padahal mutasi yang dilakukan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, bukan mutasi kendaraan dinas milik Pejabat. 

Penyebabnya bidang Aset Daerah Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Jenenponto, dinilai tidak berani menarik kendaraan dinas yang  masih dikuasai oleh mantan pejabat, dan pejabat yang membawa pergi kendaraan dinas ketempat lain pasca mutasi. 

Terkait masih adanya aset berupa kendaraan dinas yang belum dikembalikan ketempat instansi semula, merupakan bukti rendahnya kinerjannya bidang aset DPPKAD Jeneponto.
Sampai saat ini kendaraan dinas yang belum dikembalikan pasca mutasi eselon. Yakni mantan Kabag Humas Protokeler Din Hajad Kurniawan.

Din Hajad Kurniawan yang mendapat jabatan baru sebagai sekertaris Dinas Perhubungan (Dishub) Jeneponto, belum mengembalikan Mobil dinas Humas berplat merah bernomor DD 151 G, justru menggunakan mobil tersebut sebagai kendaraan dinasnya.

Padahal mobil tersebut adalah kendaraan dinas operasional Humas dan Protokeler Pemkab Jeneponto. Akibatnya belum dikembalikan kendaraan dinas Humas itu. Kabag Humas dan Protokeler Pemkab Jeneponto, Rusli Ramli cuma naik motor pribadi ke kantor.

Selain mobil dinas humas yang belum dikembalikan Din Hajad Kurniawan. Alat pengambilan gambar diudara (Drone) yang merupakan aset Humas dibeli dari APBD Jeneponto tahun 2016, seharga Rp 28 juta, juga belum dikembalikan ke Humas. Alat tersebut masih dikuasai oleh mantan Kabag Humas Jeneponto.

Sekertaris Dinas Perhubungan (Dishub) Jeneponto Din Hajad Kurniawan saat dikonfirmasi yang berada di kantor Bupat, Rabu 27 Juli, mengakui, belum mengembalikan kendaraan dinas milik humas. “Mobil dinas saya gunakan dengan ijin bupati. Kalau bupati menganjurkan untuk ditarik silahkan,” ujar Din Hajad Kurniawan.

Terkait alat pengambilan gambar diudara (Drone), kata dia, alat tersebut belum diserahkannya, karena alat tersebut belum dibayarkan. Alat yang dibeli dari pengadaan Humas senilai Rp 60 juta, termasuk Drone. “Alat tersebut dibeli melalui pihak ketiga, atau rekanan pengadaan. Rekanan inilah yang belum dibayarkan oleh pemerintah, sehingga Drone belum kita serahkan,” ujarnya.

Kabag Humas dan Protokeler Pemkab Jeneponto Rusli Ramli mengatakan, selama kendaraan dinas humas belum dkembalikan dirinya sering terhambat bila ada tugas mendampingi Bupati, dan Wakil Bupati ke lapangan. “Mobil Dinas Operasional Humas belum dikembalikan ke asalnya. Saya saja ke kantor cuma naik motor pribadi dan kadang jalan kaki ke kantor,” ujar Rusli Ramli.

Walaupun demikian, kata Rusli Ramli, menyerahkan sepenuhnya kepada Kabid  Aset DPPKAD dan Kabag Umum Pemkab Jeneponto untuk menarik segera kendaraan operasional humas.Karena tidak ada kendaraan yang akan digunakan tim Humas bila ke lapangan, ujar Rusli Ramli.

Sementara Kabid Aset DPPKAD Jeneponto, Mussakir yang ingin dikonfirmasi terkait kendaraan dinas dibawa lari pejabat pasca mutasi eselon yang dilakukan Bupati Iksan Iskandar, tidak pernah ada di ruangnya. Pejabat eselon tiga itu, sudah sepekan tidak berada di ruang kerjanya.

Baca Juga :

Unjuk Rasa, Pembebasan Lahan Taman Ka’bonga, “Telan Anggaran 4 Milyar”

 

Pemkab Jeneponto Ingkar Janji, Warga Ka’nea Segel Sekolah

 

Ketua PN Jeneponto, Lantik Mantan Hakim PN Jepara

Berkomentar dengan bijak!