Temukan Kami di Sini:

Makin Panas, Suharto Tuding Iksan Iskandar Bersekongkol dengan Panitia Musda Golkar Jeneponto

0
Makin Panas, Suharto Tuding Iksan Iksandar Bersekongkol dengan Panitia Musda Golkar Jeneponto
Makin Panas, Suharto Tuding Iksan Iksandar Bersekongkol dengan Panitia Musda Golkar Jeneponto

SUARATURATEA.COM – Calon Ketua DPD II Partai Golkar Jeneponto, Suharto menuding Iksan Iskandar bersekongkol dengan panitia penyelenggara.

Tudingan tersebut dilontarkan Suharto lantaran masa periode Pimpinan Kecamatan (Pimcam) yang dicopot belum berahir. Sedangkan, penganti pimcam yang dicopot adalah pelaksana tugas (Plt).

“Perselongkolan sudah pasti kan dia lakukan, kenapa sampai pimpinan kecamatan yang masa periodenya kepengurusannya 2022 tiba-tiba di PLt, kan mestinya ada syaratnya orang di Plt,” ungkap eks sekertaris golkar ini, belum lama ini.

BACA JUGA : Siapa yang Bertaring? Suharto dan Iksan Iskandar Kembali ‘Rebutan’ Kursi Ketua Golkar Jeneponto
BACA JUGA : Isu Demonstrasi Menjelang Musda DPD II Golkar Jeneponto

Menanggapi tudingan tersebut, Ketua Pelaksana Tugas (Plt) DPD II Golkar Jeneponto, Ikram Iskandar angkat bicara.

Ikram menegaskan, bahwa tudigan tersebut tidak benar. Dia juga mempertayakan soal indikator persekongkolan yang di alamatkan ke dirinya.

“Apa indikasi persekongkolanya, apanya coba?,semua sudah di SK-kan sama pengurus,” ujarnya, Kamis, (11/3/2021).

Dia juga menyayangkan sikap Suharto yang terus menerus mengiring opini seakan-akan ada permainan jelang Musda tersebut. Kata dia, semuanya telah berjalan sesuai mekanismen.

“maksudnya kenapa kah giring opini terus seolah-olah ini ada permainan, tidak ada permainan, semua sesuai mekanisme yang ada,” jelasnya.

BACA JUGA : Siap ‘Rebutan’ Kursi dengan Iksan Iskandar, Suharto: Bupati Tidak Bisa Lolos Administrasi
BACA JUGA : Ketua DPC Takalar Hadiri Kongres Luar Biasa Demokrat ‘Diam-diam’

Dia mengaku, semisalnya pihaknya ingin melakukan permainan, sebelum suharto mengembalikan formulir pendaftaran, panitia akan menutup lebih cepat jadwal pendaftaran.

“Tidak ada, seandainya kita mau main-main yah, saya tutup sebum dia datang, kan sisa 15 menit lagi, masih ada suara saya, masih ada sambutan saya pada saat saya terima pak Iksan waktu pengembalian formulir,” terangnya.

Faktanya, kata dia, pihak panitia tetap menerima Suharto sebagai calon ketua meski waktu pendaftar sisa 15 menit lagi.

“Seandainya saya kasih molor-molor waktu, tertutup pada saat jam 12 lebih, tidak masuk dia, buktinya kita terimah secara elegan sesuai mekanisme yang ada,” tukasnya.

Olehnya itu, ia mengaku heran dengan kata arti persekongkolan.

“Yang mana dimaksud persekongkolan, jangan itu bukan domainnya itu untuk di bahas, yang menilai itukan DPD I dan sudah di SK-kan tidak ada lagi,” pungkasnya.


Penulis     : Arya Pratama
Editor       : Reza Demil

Berkomentar dengan bijak!