Makam Putri Sultan Hasanuddin di Kalbar Akan Dibongkar, Ini Ketegasan Andi Kumala Idjo

0
Makam Putri Sultan Hasanuddin di Kalbar Akan Dibongkar, Ini Ketegasan Andi Kumala Idjo
Makam Putri Sultan Hasanuddin di Kalbar Akan Dibongkar, Ini Ketegasan Andi Kumala Idjo

SUARATURATEA.COM, GOWA – Keluarga besar Istana Kerajaan Gowa, Sulawesi Selatan, melalui Raja Gowa ke-38, Andi Kumala Idjo menegaskan akan membawa kerangka jika makam putri Sultan Hasanuddin itu bakal dibongkar yang berada di Tanjung Matoa, Pulau Temajo, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar).

Bahkan dirinya menegaskan bahwa, dalam tempo satu bulan kedepan tidak ada solusi itu, pihaknya akan mengambil tindakan dan menilai ini adalah dampak buruk bagi keluarga besar kerajaan Gowa.

“Kalau memang ini tdk ditetapkan dalam tempo sebulan ke depan, dampak buruknya kami keluarga besar kerajaan Gowa bersedia membawa kerangka beliau dikembalikan ke kami (di Gowa, Sulsel). Itu jika dalam kondisi terburuk,” tegas Andi Kumala Idjo, Sabtu (29/5/2021).

BACA JUGA : INGAT! Kuota CPNS Pemprov Sulsel Tahun 2021 Sebanyak 8.738, Begini Rinciannya

Padahal diketahui, makam tersebut sudah termasuk dalam kawasan perlindungan benda cagar budaya.

Hal itu berdasarkan Peraturan Bupati Mempawah Nomor 15 Tahun 2020 tentang Perlindungan dan Pelestarian Situs atau Benda Cagar Budaya dan Bangunan Cagar Budaya Kabupaten Mempawah.

Pihaknya masih berharap ada komunikasi pihak Pemkab Mempawah dalam hal ini mendiskusikan secara serius.

BACA JUGA : Begini Penjelasan Polisi Soal NH Diringkus Janji Korbannya Bisa Lulus TNI-AD

“Tapi saya yakin Pemda Mempawah dan jajarannya serta Balai Sejarah dan Cagar budaya tentu tidak melihat seperti itu,” tandasnya.

Sejauh ini, dia menuturkan agar pihak Pemerintah Kabupaten Gowa dengan Mempawah untuk menjalin komunikasi agar makam itu tidak digusur oleh salah satu pihak.

“Tentu ke depan kerjasamaa Pemkab Gowa dengan Mempawah untuk melakukan revitalisasi makam beliau, karena lokasi ini sudah ditetapkan dan luas lokasi ini sekitar 50 x 50 meter,” kata Andi Kumala Idjo kepada wartawan di Balla Lompoa.

Diketahui, dua makam yang berada di Pulau Takontu itu adalah pasangan suami istri dan merupakan pejuang dari masa penjajahan Belanda dahulu.

Makam I Fatimah diketahui adalah putri dari raja Gowa yang ke-16, Sultan Hasanuddin dan satunya adalah Daeng Talibe.

Berkomentar dengan bijak!