Majelis Hakim Emosi, Menuding Saksi Kerjakan Proyek Abal-Abal

0
Andi Mappatunru

Krg Lomba / Jurnalis

Terkait Sidang Lanjutan Dana Aspirasi Jeneponto

TURATEA NEWS.com MAKASSAR–Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana aspirasi DPRD Jeneponto tahun 2013, yang mendudukkan, Andi Mappatunru sebagai terdakwa,kembali berlangsung seru di Pengadilan Tipikor Makassar, Selasa 30 Agustus.

Dalam sidang itu hakim terlihat geram dan menyebut proyek tembok penahan (Talu’) Desa Kaluku, Adalah “proyek bodong”. Bahkan hakim meminta JPU untuk melakukan penyidikan kepada saksi ini.

Pasalnya kata anggota Majelis Hakim, Abdul Razak, proyek tersebut tidak dikerjakan oleh pemilik perusahaan CV Ratu Indah, melainkan oleh Kepala Desa Kaluku sendiri, yaitu Syamsul. Dengan cara meminjam perusahaan tersebut kepada Bachtiar selaku pemilik CV, tanpa ada surat kuasa dari pemilik perusahaan.

“Ini jelas proyek dibagi-bagi dan ini proyek tidak sah. Proyek ini jelas proyek bodong,” tegas Abdul Razak di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar, dengan suara lantang.

Selain itu juga Abdul Razak menegaskan bila Kades seharusnya dan tidak berhak mengerjakan proyek, apalagi sampai meminta proyek. “Tidak ada aturan seorang Kades mengerjakan, apalagi sampai minta proyek,” tegas Abdul Razak dengan nada geram.

Syamsul dalam keterangannya dihadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Kristijan P Djati, mengetahui ada proyek tersebut setelah dirinya menemui, terdakwa di kantor DPRD Jeneponto pada tahun 2013 lalu untuk meminta petunjuk kepada terdakwa.

“Saya mendatangi terdakwa dikantornya untuk mempertanyakan apa-apa saja kegiatan yang masuk di desa saya,” ujar Syamsul.

Kemudian kata dia, terdakwa meminta agar Syamsul menanyakan langsung hal tersebut ke pihak PU Bina Marga. Lalu Syamsul pun mendatangi kantor PU Bina Marga dan bertemu langsung dengan panitia Pengadaan, Mashuri.

“Ada itu proyek masuk didesamu, proyek tembok penahan (Talu’) desa Kaluku,” ujar Mashuri kepada Syamsul.

Kemudian Syamsul diminta oleh Mashuri untuk meminjam perusahaan, bila ingin mendapatkan dan mengerjakan proyek itu. “Makanya saya pinjam perusahaan pak Bachtiar yaitu CV Ratu Indah. Setelah saya dipinjamkan saya kembali ke kantor PU, untuk menyelesaikan administrasinya,” tukas Syamsul.

Dua hari setelah ke kantor PU Bina Marga, Syamsul kembali mendatangi rumah terdakwa atas inisiatif sendiri, untuk meminta petunjuk agar dia, yang mengerjakan proyek itu sendiri.

Dia juga mengaku bila proyek itu merupakan usulan terdakwa sendiri, karena di Desanya masuk Dapil 2 tempat pemilihan terdakwa.

Pemenang proyek itu kata Syamsul adalah CV Ratu Indah dengan anggaran Rp98.550 juta. “Yang kerjakan itu proyek adalah masyarakat sendiri yang mulia,” kilahnya.

Dari keterangan Syamsul dihadapan Majelis Hakim, terdakwa bila saat saksi mendatanginya, bukan hanya proyek itu saja yang dibahas. “Melainkan semua proyek-proyek aspirasi apa saja yang masuk di Desa Kaluku,” singkat Mappatunru dihadapan Majelis Hakim.

Baca Juga :

Kejati Sulsel Periksa Bupati Jeneponto “Dana Aspirasi Jilid II”

Pura-Pura Sakit, Burhanuddin Disiapkan Dokter Khusus Dari Kejati Sulsel

BREAKING NEWS : Kejati Menahan Legislator PKPI Jeneponto, Terkait Dugaan Korupsi Dana Aspirasi

Setelah Diperiksa Hingga Malam Hari, Adnan Dijebloskan ke Lapas

Berkomentar dengan bijak!