Mahasiswi FT UNM di Makassar Diduga Dipukul Senior

0
Mahasiswi FT UNM di Makassar Diduga Dipukul Senior
Ilustrasi

SUARATURATEA.COM, MAKASSAR – Mahasiswi Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar, AK mengalami tindakan kekerasan dari senior fakultasnya, Senin (21/9).

Pelaku sendiri berinisial N diketahui merupakan alumni FT UNM angkatan 2012.

Tindak kekerasan yang dilakukannya membuat AK mengalami lebam pada mata kirinya dan kacamata yang ia gunakan pecah.

Dari keterangan korban, mulanya korban AK melihat pelaku tengah melempari sebuah pohon mangga yang terletak di depan Laboratorium Jurusan PKK.

Di saat yang sama, AK yang ingin melakukan briefing kepanitiaan, datang dan duduk tidak jauh dari pohon, dengan anggapan pelaku dapat menghentikan aktivitasnya.

“Saya pikir, kalau saya duduk, dia berhentikan mi juga lemparannya,” ungkap AK.

Namun ternyata, pelaku tetap melanjutkan aktivitasnya. Akibat lemparan itu, banyak ranting pohon yang jatuh dan menimpa rekan korban. Korban pun kesal dan menegur pelaku.

Tidak terima ditegur, pelaku langsung datang dan menampar bagian mata kiri korban.

“Pelaku langsung datang mendekat, kemudian tampar bagian kiri, sampai-sampai kacamata ku bengkok dan lensanya keluar,” ujar AK.

Setelah kejadian pemukulan, korban menjelaskan pelaku langsung melarikan diri.

Saat ini, korban sudah melapor pihak berwajib atas kekerasan yang menimpanya.

“Sudah saya laporkan ke Polsek Tamalate, semoga cepat diselesaikan, supaya hal seperti ini tidak berlanjut, karena dibiarkan satu kali pasti kejadian berkali-kali,” pungkasnya.

Di sisi lain, seorang saksi mata, Ila (nama samaran) yang berada di lokasi membeberkan kronologi yang dilihatnya.

Dia mengatakan, pelaku tersulut emosi karena tidak terima diberi umpatan kasar oleh korban.

“Ada senior melempar mangga. Waktu itu banyak yang jatuh. Tapi dia (korban) kaget dan mengeluarkan kata kasar. Kemudian saat ditanya (oleh) pelaku, korban tetap mengulangi kata (kasar) itu,” katanya.

Setelah berulang kali mendengar korban mengulangi kata-kata kasarnya, ia melihat korban dan pelaku maju dan saling berhadapan.

Melihat tindakan nekat korban, teman-teman korban sontak menahan korban untuk menjauhkan korban dan pelaku.

“Setelah itu, ditampar mi bagian muka sebelah kiri korban. Kulihat mata kirinya memerah dan korban mengatakan penglihatannya buram dan gelap,” jelasnya.

Sementara saksi lainnya, Ikki (nama samaran) yang merupakan salah satu teman pelaku menjelaskan, saat itu dirinya sedang melihat-lihat pelaku yang melempar mangga.

Namun, korban tiba-tiba datang dan duduk di bawah pohon mangga. Karena khawatir lemparan akan mengenai korban, pelaku sempat memperingatkan untuk pindah dari tempat itu. Namun korban tetap duduk di sana.

“Sudah dibilang jangan duduk di bawah pohon, takutnya kena lemparan atau mangga yang jatuh, tapi dia tetap duduk. Sampai ada satu mangga jatuh disampingnya, temannya yang ambil,” jelas Ikki.

Setelah itu, korban berteriak berulang kali dengan kata kasar dengan menyebut anjing.

Tidak terima, pelaku lalu menanyakan ke korban atas maksud ucapannya itu. Namun korban tetap berteriak mengucapkan kata kasar.

Tersulut emosi, pelaku lalu melayangkan tamparan ke pipi korban, lalu meninggalkan korban.

“Setelah ditampar, saya peringatkan untuk pulang, karna kasar sekali mulutnya jadi sampai kejadian yang seperti itu,” ujarnya. (pm).

Editor : Reza Demil

Berkomentar dengan bijak!