Mahasiswa Palopo Berlanjut Demonstrasi, Minta Kapolri Usut Kasus di Kendari

0
Mahasiswa Palopo Berlanjut Demonstrasi, Minta Kapolri Usut Kasus di Kendari
Demo menolak pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di Palopo, Sabtu (10/10/2020).

SUARATURATEA.COM, PALOPO – Gelombang protes mahasiswa menolak pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja masih berlanjut di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/10/2020).

Ratusan massa aksi mengatasnamakan Aliansi Peduli Indonesia (API) dari Palopo.

Massa menduduki Jalan Andi Djemma, jalan trans sulawesi sejak pukul 16.00 Wita hingga 22.30.

Dilansir Kabarnews, massa duduk di tengah jalan membentuk lingkaran.

Mahasiswa juga mimbar bebas di depan kantor Wali Kota Palopo.

Bahkan mereka membakar ban.

BACA JUGA : BREAKING NEWS: Gedung DPRD di Jeneponto Mulai Didemo Mahasiswa

Meski menutup jalan poros utama, arus lalu lintas kendaraan terpantau lancar.

Pengguna jalan dari arah utara dan selatan Kota Palopo dialihkan ke jalur alternatif.

Beberapa jam sebelumnya, massa juga menunaikan salat magrib berjamaah.

Jenderal lapangan API Kota Palopo, Muhaimin Ilyas mengatakan, unjuk rasa ini merupakan aksi lanjutan.

Sebelumnya telah digelar pada 7 Oktober di depan DPRD Palopo.

Mereka menyampaikan lima tuntutan terhadap pemerintah.

BACA JUGA : Polisi Amankan 30 Orang saat Unras Omnibus Law di Sekitar Unismuh

“Pertama, kami mendesak pemerintah dan DPR untuk membatalkan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang kita tahu merugikan kelompok pekerja dan lingkungan,” ujar Muhaimin kepada KABAR.NEWS di lokasi.

Aksi gelombang protes omnibus law mahasiswa, API yang menghimpun 40 organisasi mahasiswa se-Kota Palopo juga mendesak Kapolri Jenderal Idham Azis.

Ia meminta untuk menuntaskan kasus penembakan yang menewaskan dua mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Penembakan itu saat aksi unjuk rasa #ReformasiDikorupsi pada September 2019.

Aliansi ini juga membawa dua poin tuntutan yang sifatnya lokal.

BACA JUGA : Aksi Unras RUU Omnibus Law di Unismuh Makassar Memanas

Pertama menghentikan pembungkaman demokrasi dan cabut sanksi skorsing serta drop out mahasiswa yang terjadi di beberapa kampus Kota Palopo.

“Kami juga meminta pihak kepolisian meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat yang dalam beberapa hari terakhir terancam oleh aksi kriminalitas,” beber mahasiswa IAIN Palopo ini.

Muhaimin menandaskan API Palopo tetap akan melanjutkan aksi unjuk rasa mendesak Presiden Joko Widodo membatalkan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Sekitar pukul 22.30 Wita, massa demonstrasi API Palopo membubarkan diri.

Ia membubarkna secara tertib dan memungut sampah di sekitar lokasi unjuk rasa.

Berkomentar dengan bijak!