Limbah Medis Dibuang di Dalam, Dirut RSUD Jeneponto; Saya Tidak Tahu

0
Limbah Medis Dibuang di Dalam, Dirut RSUD Jeneponto; Saya Tidak Tahu
Limbah Medis Dibuang di Dalam, Dirut RSUD Jeneponto; Saya Tidak Tahu

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, drg Bustaming angkat bicara soal limbah medis yang disebut membusuk.

Dirinya mengaku, saat ini belum memiliki surat izin untuk membuang sampah medis di dalam lingkup RSUD Jeneponto.

Pembuangan limbah medis di kompleks rumah sakit tersebut sudah lama beroperasi sebelum dirinya menjabat sebagai Direktur RSUD hingga sekarang.

“Dari tahun lalu yah, sejak saya masuk itu tidak ada yah. Jadi nanti setelah saya masuk baru saya urus begitu,” ujarnya di Jeneponto.

Saat ini dirinya yang menjabat sebagai Dirut baru berinisiatif melakukan pembuatan tempat pembuangan sampah medis dan mengurus izin dari PTSP setempat keluar.

Namun, kata dia, hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak PTSP soal izin tersebut. Padahal, pihaknya sudah mengajukan sejak tahun lalu.

“Kalau izin itu sementara berproses di PTSP sudah tahun lalu,” katanya.

Menurut dia, TPS yang digunakan sekarang bisa dipakai untuk sementara waktu.

“Jadi kan saya baru masuk, jadi setelah itu saya lihat, ihh! ini harus dibuatkan TPS-nya, jadi saya buatkan TPS-nya dan saya urus izinnya. Sudah lama kita ajukan izinnya, tapikan itu bisa dipakai sementara dulu, sambil berproses,” jelasnya.

Dokter Gigi ini mengaku bahwa tempat pembuangan limbah medis tersebut sudah ada. Namun, kapasitanya tergolong sempit. Sehingga, pihaknya mewacanakan akan membangun TPS yang baru.

“Kalau sarana, untuk menampung kita masih ada kecil ruanganya, mungkin sedikit boleh di katakan agak-agak kecil tempatnya,” terangnya.

“Jadi sementara kita mau kembangkan lagi, memperbesar penampunganya disitu. Jadi sudah ada, tetapi kapasitasnya tidak mampu menampung tempatnya disitu. Jadi rencana mau membangun lagi TPS-nya,” tambahnya.

Selain itu, jelas Bustaming tak mengetahui jika lokasi limbah medis milik RSUD dipasangi garis polisi oleh tim Polda Sulsel.

“Tidak tahu, saya baru tahu waktu hari minggu katanya dia masuk menurut informasi,” ungkapnya.

Dia juga mengaku tak tahu alasan pihak kepolisian langsung memasangi gari polisi. Pasalnya, polisi datang secara tiba-tiba.

“Belum tahu, sementara menungg mungkin ada informasi selanjutnya barang kali. Karena tidak ada informasinya. Tiba-tiba juga masuk,” pungkasnya.

Diketahui, lokasi tempat pembuangan limbah medis ini telah diberi garis polisi oleh kepolisian.

Aparat Kepolisian Polda Sulsel memasang garis polisi di tempat pembuangan sampah limbah medis milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jeneponto.

Tempat pembuangan sampah medis itu berada di dalam kompleks rumah sakit.

Kondisnya, ditumpuk di dua lokasi namun bersampingan dengan menggunakan karung dan keresek yang jumlahnya ditaksir mencapai ratusan.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes E. Zulpan membenarkan jika pihaknya memasangi garis polisi di lokasi limbah medis tersebut.

“Ya benar, hal tersebut” singkatnya saat dikonfirmasi wartawan via telepon, Selasa (8/6/2021).

Dia berdalih bahwa pemasangan garis polisi tersebut masih dalam proses penyelidikan tim terkait limbah medis.

“Dalam penyelidikan tim dari Polda agar ada solusi terhadap penanganan limbah medis di tengah pandemi covid-19,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya masih melakukan mediasi kepada pihak rumah sakit.

“Masih proses awal untuk kami klarifikasi lebih lanjut ke pihak RS,” terangnya.

Ditanya soal kabar pemasangam garis polisi ini karena ada pihak pemenang tender limbah medis keberatan terhadap pihar rumah sakit, ia mengaku kabar itu tak benar.

“Tidak demikian ya,” pungkasnya. (*)

Foto : Tempat pembuangan limbah medis yang berada di dalam kawasan RSUD Jeneponto dipasangi garis polisi. (ISTIMEWA)

Berkomentar dengan bijak!