Limbah Medis di RSUD Jeneponto Dipasangi Garis Polisi, Berbahayakah?

0
Limbah Medis di RSUD Jeneponto Dipasangi Garis Polisi, Berbahayakah?
Ada Apa? Limbah Medis di RSUD Latopas Jeneponto Menumpuk dan Dipasangi Garis Polisi

SUARATURATEA.COM – Aparat Kepolisian Polda Sulsel memasang garis polisi di tempat pembuangan sampah limbah medis milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jeneponto.

Tempat pembuangan sampah medis itu berada di dalam kompleks rumah sakit.

Kondisnya, ditumpuk di dua lokasi namun bersampingan dengan menggunakan karung dan keresek yang jumlahnya ditaksir mencapai ratusan.

Pemasangan garis polisi ini sudah terjadi sejak tiga hari yang lalu.

Seorang sumber yang tak ingin dipublikasikan identitasnya itu mengaku, bahwa limbah medis itu dipasangi garis polisi karena dinilai tidak sesuai aturan.

“Menurut polisi tidak sesuai aturan,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa lokasi atau tempat pembuangan sampah medis itu disinyalir tak mempunyai surat izin dan tidak sesuai SOP yang ada.

“Ada, (hmmm mungkin). Apakah pelaksanaanya sesuai SOP,” jelasnya.

Dia mengaku, ketidaksesuaian SOP karena pihak rumah sakit tidak mampu mengikuti sarana. Sehingga terjadi penumpukan limbah.

“Yea. Ketidak mampuan mengikuti karena sarana,” tukasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes E. Zulpan membenarkan jika pihaknya memasangi garis polisi di lokasi limbah medis tersebut.

“Ya benar, hal tersebut” singkatnya saat dikonfirmasi wartawan via telepon, Selasa (8/6/2021).

Dia berdalih bahwa pemasangan garis polisi tersebut masih dalam proses penyelidikan tim terkait limbah medis.

“Dalam penyelidikan tim dari Polda agar ada solusi terhadap penanganan limbah medis di tengah pandemi covid-19,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya masih melakukan mediasi kepada pihak rumah sakit.

“Masih proses awal untuk kami klarifikasi lebih lanjut ke pihak RS,” terangnya.

Ditanya soal kabar pemasangam garis polisi ini karena ada pihak pemenang tender limbah medis keberatan terhadap pihar rumah sakit, ia mengaku kabar itu tak benar.

“Tidak demikian ya,” pungkasnya.

Berkomentar dengan bijak!