Lima Kabupaten Masuk Zona Kuning Covid-19, Jeneponto?

0
Terbongkar! Dokumen Kasus Virus Corona yang Disembunyikan China
Ilustrasi

SUARATURATEA.COM, MAKASSAR – Satuan Tugas Penanganan dan Pengendalian Covid-19 merilis pengendalian kasus Covid-19 di Sulsel semakin membaik. Itu ditandai perubahan zona terhadap penyebaran Covid-19, dari zona oranye menjadi zona kuning pada lima kabupaten.

Lima Kabupaten itu ialah Kabupaten Barru, Kabupaten Takalar, Kabupaten Wajo, Kabupaten Selayar, dan Kabupaten Sidrap, yang terjadi sejak sepekan terakhir.

“Alhamdulillah sekarang ada lima kabupaten yang masuk kategori zona kuning dan yang lainnya masih zona oranye,” ungkap Ketua Tim Konsultan Penanganan Covid-19 Sulsel Prof Ridwan Amiruddin di Makassar, Kamis (5/11).

Jika sebelumnya, kata Ridwan, Kota Palopo masih berada di zona merah, kini Kota Palopo juga menunjukkan perbaikan penyebaran kasus Covid-19 yang kian melandai karena telah beralih ke zona oranye.

“Sekarang sudah tidak ada kabupaten zona merah tetapi juga belum ada yang di zona hijau. Kita berharap pekan depan sudah ada yang hijau,” ujar dia.

Perubahan zona di Sulsel ini menunjukkan angka kesembuhan yang semakin meningkat, kematian menurun, positip aktif juga semakin menurun serta positif rate lebih terkendali.

Selain itu, pengendalian Covid-19 Sulsel juga memperlihatkan pencapaian indikator epideomologi yang semakin membaik terhadap indikator layanan kesehatan dan surveilans.

“Positif rate itu yakni total positif yang bertambah dari total sampel yang diperiksa. Sekarang Sulsel dengan positif rate 5-8 persen. Jika dua pekan berturut-turut di bawah 5 persen, ini artinya Covid-19 Sulsel telah terkendali,” urainya.

Berdasarkan data perkembangan situasi Covid-19 Sulsel pada Kamis (05/11), positif rate Sulsel naik dari 0,76 ke posisi 0,65. Terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 76 kasus dari total spesimen 1.178 yang diperiksa. Sedangkan kasus sembuh sebanyak 45 orang.

“Per hari ini positif rate 6 persen, kesembuhan mencapai 90 persen dan kematian 2,5 persen,” katanya.

| sumber : Republika.co.id

Berkomentar dengan bijak!