Temukan Kami di Sini:

Lengkap, Ini Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah Bacaan Latin dan Artinya

0
Lengkap, Ini Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah Bacaan Latin dan Artinya
Lengkap, Ini Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah Bacaan Latin dan Artinya

SUARATURATEA.COM – Niat Puasa Dzulhijjah boleh dilakukan pada pagi atau siang hari dengan catatan belum makan dan minum sejak pagi lalu terbersit keinginan untuk berpuasa.

Sedangkan pada puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha dan puasa kaffarah atau puasa nadzar wajib dilakukan pada malam hari sebelum masuk waktu shubuh.

Istilah yang sering digunakan adalah tabyitunniyah, atau memabitkan niat. Maksudnya, di malam hari seseorang sudah harus berniat bahwa besoknya dirinya akan melaksanakan puasa.

BACA JUGA : Keutamaan Menahan Lapar Saat Ramadhan dengan Ingat Allah

“Ketentuan tabyitunniyyah ini hanya berlaku pada puasa wajib saja, seperti puasa Ramadhan, puasa nadzar, puasa qadha’ dan puasa kaffarah saja. Sedangkan puasa-puasa sunnah, seperti puasa Senin dan Kamis, puasa ayyamul biiydh, puasa 6 hari bulan Syawwal dan seterusnya, tidak membutuhkan tabyitunniyah.

Sehingga asalkan seseorang belum sempat makan dan minum sejak pagi, lalu tiba-tiba terbetik keinginnan untuk berpuasa, dia bisa langsung berpuasa,” kata Direktur Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat Lc MA.

BACA JUGA : Kegelisahan Abu Ayyub Al-Anshary
Berikut bacaan niat puasa Dzulhijjah arab dan latin beserta artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab-latin: Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.

Puasa Dzulhijjah merupakan puasa Sunnah yang dilakukan selama sembilan hari dari tanggal 1-9 di mana pada hari ke-8 dan 9 disebut dengan puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah.

BACA JUGA : Masjid Ini di Makassar Ternyata Khusus Kaum Adam, Begini Sejarahnya!
Berikut Niat Puasa Tarwiyah

 نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Arab-latin: Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala.

Niat Puasa Arafah

 نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya : Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta’ala.

BACA JUGA : Inilah 5 Golongan Orang yang Merugi Saat Bulan Ramadan

Ustaz Hanif Luthfi Lc dalam bukunya berjudul “Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah terbitan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan beberapa keutamaan 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah di antaranya puasa selama sembilan hari.

Puasa adalah ibadah spesial. Sampai-sampai para pelakunya diberi kesempatan untuk berdoa yang tak tertolak.

Puasa sembilan hari pertama dalam bulan Dzulhijjah merupakan amalan yang disunnahkan.

BACA JUGA : Allah Memperkenalkan Iblis, Sosok Kafir Pertama

Meski dalam Al-Qur’an disebutkan tentang keistimewaan 10 pertama malam bulan Dzulhijjah, tetapi untuk puasanya yang disunnahkan hanya 9 hari saja.

Adapun hari ke-10 bulan Dzulhijjah itu hari raya idul adha, di mana hari itu dilarang untuk melakukan puasa.

Larangan berpuasa pada hari tersebut untuk memperbayak
puasa selama tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah.

Tentu, hari tarwiyah masuk di dalam rentang itu.Sebagaimana hadits tentang kesunnahan puasa sembilan hari bulan Dzulhijjah:

BACA JUGA : Doa Penyesalan Nabi Adam yang Diabadikan Alquran

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dari Sayyidina Abdullah ibn ‘Abbas, Rasulullah bersabda:

“مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ” -يَعْنِي عَشَرَ ذِي الْحِجَّةِ -قَالُوا: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: “وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلًا خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، ثُمَّ لَمْ يَرْجِعُ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ”

Tiada suatu hari pun yang amal saleh lebih disukai oleh Allah padanya selain dari hari-hari ini. Yakni sepuluh hari pertama dari Bulan Dzulhijjah. Mereka (para sahabat) bertanya, “Dan juga lebih utama daripada berjihad di jalan Allah?” Rasulullah Saw. menjawab: Dan juga lebih utama daripada berjihad di jalan Allah, terkecuali seseorang yang keluar dengan membawa hartanya untuk berjihad di jalan Allah, kemudian tidak pulang selain dari namanya saja.

BACA JUGA : 5 Keistimewaan Hari Jumat yang Perlu Kamu Ketahui
Dalil puasa Dzulhijjah.

Dalam sebuah riwayat diaebutddi bahwa Nabi SAW melaksanakan puasa Dzulhijjah mulai tanggal 1-9.

Dari Hunaidah ibn Khalid, dari istrinya, dari istri-istri Nabi صلى الله عليه وسلم , mereka berkata,

“Rasulullah SAW biasa berpuasa sembilan hari di bulan Dzulhijjah, berpuasa di hari Asyura, berpuasa
tiga hari di setiap bulannya, puasa senin pertama dan juga hari kamis di setiap bulannya”.

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu
Dawud, Ahmad, dan Nasa’i. Ahmad dan Nasa’i menambahkan, “dan dua kamis. (HR. Abu Dawud).

Dalam kitab an-Najm al-Wahhaj itu disebutkan, Dari Hunaidah ibn Khalid, dari istrinya, dari istri-istri Nabi صلى الله عليه وسلم ,mereka berkata,

“Rasulullah صلى الله عليه وسلم biasa berpuasa Sembilan hari di bulan
Dzulhijjah, berpuasa di hari Asyura, berpuasa tiga hari di setiap bulannya, puasa senin pertama dan juga hari kamis di setiap bulannya”.

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu
Dawud, Ahmad, dan Nasa’i. Ahmad dan Nasa’i menambahkan, “dan dua kamis. (HR. Abu Dawud).

Wallahu A’lam.

Berkomentar dengan bijak!