Lapak Dibongkar Paksa, Kasatpol PP Jeneponto Sebut Pedagang Mau Untung Banyak

0
Lapak Dibongkar Paksa, Kasatpol PP Jeneponto Sebut Pedagang Mau Untung Banyak
PKL milik warga dibongkar Satpol-PP

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Puluhan petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Jeneponto melakukan penertiba terhadap Pedagang kali lima (PKL) yang berjualan di sekitar kawasan Pasar Karisa, Jum’at (13/11/2020).

Dalam penertiban itu, aparat melakukan pembongkaran paksa terhadap PKL yang masih tetap berjualan di tempat yang tidak diperuntukan berdagang.

Kasatpol PP dan Damkar Jeneponto, M. Nasuhan mengatakan, pembongkaran lapak terhadap korban kebakaran telah dilakukan sejak dua hari terakhir ini.

“Dihari kedua penertiban lapak di pasar darurat ini pasca kebakaran,” ujarnya kepada wartawan.

Dia mengatakan, sebelum melakukan pembongkaran lapak tersebut pihaknya telah menyampaikan kepada para pedagang sejak dua minggu lalu. Namun, kata dia, para pedagang tak mengindahkan itu.

“Hampir satu dua minggu disampaikan bahwa yang ada tempatnya di dalam pasar daeurat itu, silahkan masuk. Tapi masih belum melakukan, tidak mau pindah sehingga Satpol-PP melakukan penertiban yang sifatnya menjalani tugas peraturan Bupati,” jelasnya.

Kata dia, lapak yang dibongkar tersebut yang berada di atas trotoar, di taman, dan di pinggir-pinggir pagar.

“Termasuk trotoar dan termasuk tempat -tempat yang dilarang memang, ada di taman dan ada juga dipingiran-pinggiran pagar yang sama sekali dilarang,” ucapnya.

Dia mengaku, bahwa lapak yang telah dibongkar itu berjumlah ratusan. Kata dia, ada beberapa pedagang yang telah memiliki lapak didalam pasar darurat, namun tetap juga menjual diluar pasar.

“Kalo lapak yah! ratusan lapak yang dibongkar yang berjualan diluar, walaupun ada tempatnya diluar. Karena prinsipnya kalo diluar yah laris jualanya,” tukasnya.

Sementara itu, para pedagang yang lapaknya di bongkar akan diarahkan untuk masuk ke dalam pasar darurat. Jika ada yang beralasan bahwa tidak memiliki lapak, itu bohong.

“Dimasukan kedalam pasar dan itu sudah ada tempatnya, dan kalo pun beralasan tidak ada tempat, itu hanya alasan,” pungkasnya.

Penulis: Arya Pratama

Ketgam: salah satu pedagang yang lapaknya dibongkar paksa.

Berkomentar dengan bijak!