Kronologi Terduga Teroris di Kota Makassar yang Tewas Tertembak Tim Densus 88

0
Kronologi Terduga Teroris di Kota Makassar yang Tewas Tertembak Tim Densus 88
Kronologi Terduga Teroris di Kota Makassar yang Tewas Tertembak Tim Densus 88

SUARATURATEA.COM, MAKASSAR – Terduga teroris berinisial MT di Kota Makssar tewas tertembak mati oleh tim Densus 88 Anti-teror Mabes Polri.

Penembakan itu terpaksa dilakukan karena MT terduga teroris itu sempat melawan saat akan ditangkap di Jalan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Makassar, Kamis (15/4/2021).

Keberanian MT ke Tim Densus 88 ini terbilang nekat dengan perlawananya.

BACA JUGA : Zakiah Aini, Penyerang Mabes Polri Unggah Bendera ISIS di Instagramnya

Saat Densus 88 hendak menangkap, MT langsung datang dan membawa dua bilah parang yang siap dihunuskan ke arah petugas.

“MT melakukan perlawanan agresif dengan menggunakan parang yang panjang, dua parang dipakai di tangan kiri dan kanan lalu menyerang membabi buta dan petugas coba beri peringatan namun tdk dihiraukan dan terpaksa diambil tindakan tegas terukur hingga meninggal di RS,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Endra Zulpan.

Perwira polisi tiga melati itu memastikan bahwa MT merupakan berasal dari kelompok yang sama dengan dua pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar pada 28 Maret 2021 lalu.

BACA JUGA : Terduga Teroris di Kota Makassar Tewas Tertembak Tim Densus 88

Jaringan kelompok itu disebut berasal dari kelompok Jemaah Asharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.

“Dia jaringan yang sama dengan bom bunuh diri Katedral dan kelompok Villa Mutiara yang masuk JAD berafiliasi dengan ISIS,” tambah Kombes Zulpan melalui selulernya kepada wartawan.

Selain MT, Densus 88 juga menahan istri dan anak terduga teroris itu.

Saat ini penyidik Tim Densu 88 tengah melakukan pemeriksaan ketat soal keterkaitan atau tidaknya dua orang yang memiliki paham radikalisme.

BACA JUGA : Satu Warga Gowa Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88, Polisi Bilang Begini

“Keluarganya ada dibawa diambil keterangan nya. Tapi gak terkait. Ada empat atau lima orang. Iya (istri dan anak) sudah dibawa ke Bhayangkara,” tambahnya.

Perkembangan terakhir, kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral pada 28 Maret 2021 masih diselidiki Densus 88. Sampai hari ini, jumlah terduga teroris yang ditangkap kini terus bertambah.

“Sudah 31 orang yang diamankan terkiat bom bunuh diri Katedral. Masih (ditahan) di Makassar. Kebanyakan laki-laki daripada perempuan,” katanya kepada wartawan, Selasa (13/4/2021) kemarin.

BACA JUGA : Identitas Terduga Teroris di Gowa dan Makassar yang Ditangkap Densus 88

31 terduga teroris itu ditangkap pada waktu yang berbeda di beberapa wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel). Kata Zulpan, Densus 88 saat ini masih mendalami peran para terduga yang baru saja ditangkap.

“Nanti akan sampaikan. Setelah Tim Densus 88 bekerja, lalu sesuai UU Nomor 5 tahun 2018 tentang teroris, kewenangannya 21 hari. Lalu ada penaikan status jadi tersangka lalu rilis kemabli soal peran mereka,” tutup Zulpan.

Berkomentar dengan bijak!